Buktikan Ancamannya, Drone Houthi Kembali Serang Kapal AS

Kamis, 18 Januari 2024 - 07:08 WIB
loading...
Buktikan Ancamannya,...
Houthi Yaman kembali menyerang kapal AS setelah kelompok itu mengancam akan targetkan seluruh kapal Amerika. Foto/REUTERS
A A A
SANAA - Sebuah kapal yang dimiliki dan dioperasikan Amerika Serikat (AS) diserang drone yang diluncurkan kelompok Houthi Yaman di Teluk Aden pada Rabu.

Ini merupakan serangan terbaru setelah kelompok itu mengancam akan menargetkan seluruh kapal Amerika selain tetap melanjutkan serangannya terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel.

Kapal yang diserang drone Houthi adalah M/V Genco Picardy. Ia tidak berbendera AS.

Menurut seorang pejabat AS kepada Al Arabiya, Kamis (18/1/2024), setelah dihantam drone, kapal itu masih mampu melanjutkan perjalanannya.

Baca Juga: Houthi Keluarkan Ancaman Baru Terhadap Kapal-kapal Amerika

Kelompok Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal menjadi target dan terbakar setelah dihantam oleh Uncrewed Aerial System (UAS) atau drone di tenggara Aden, Yaman.

Pejabat AS membenarkan bahwa kapal dalam laporan itu adalah milik Amerika.

Houthi mengaku telah menyerang GENCO Picardy di Teluk Aden.

Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan serangan satu arah UAS diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman dan menghantam M/V Genco Picardy di Teluk Aden.

“Tidak ada korban luka dan beberapa kerusakan dilaporkan. M/V Genco Picardy layak berlayar dan terus berjalan,” kata CENTCOM.

Serangan pada hari Rabu ini adalah yang terbaru dari serangkaian operasi Houthi yang menargetkan kapal komersial AS dan internasional serta kapal perang Amerika di wilayah tersebut atas apa yang dikatakan sebagai respons terhadap perang Israel di Gaza.

Sementara itu, Washington pada hari Rabu mengingkari keputusan sebelumnya yang mencabut penyebutan teroris untuk Houthi, yang merupakan salah satu langkah kebijakan luar negeri pertama yang diambil oleh pemerintahan Joe Biden sejak menjabat.

Kelompok Houthi yang didukung Iran berjanji untuk terus melanjutkan serangannya dan mengatakan bahwa langkah untuk memasukkan mereka kembali ke daftar Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT) tidak akan berdampak pada mereka.

Pekan lalu, AS melancarkan serangan udara pertamanya terhadap kelompok Houthi di Yaman setelah berulang kali memperingatkan kelompok tersebut untuk berhenti menyerang kapal-kapal yang transit melalui Laut Merah. Kelompok Houthi mengeklaim bahwa semua target mereka adalah kapal yang ditujukan untuk Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved