Jerman Bersiap Hadapi Potensi Perang Rusia Lawan NATO

Senin, 15 Januari 2024 - 18:11 WIB
loading...
A A A
Polandia dan negara-negara Baltik melaporkan “peningkatan ancaman dari Rusia” pada pertemuan Dewan NATO pada bulan Januari 2025. Namun, Moskow menggunakan perkembangan tersebut sebagai dalih untuk memindahkan pasukan tambahan ke wilayah perbatasan pada bulan Maret 2025.

Di tengah meningkatnya ketegangan yang digambarkan, Jerman menyumbangkan 30.000 tentara untuk upaya membangun aliansi tersebut. Menurut perkiraan strategis tersebut, NATO akan memutuskan “langkah-langkah pencegahan yang kredibel” pada bulan Mei 2025. Skenario ini berakhir pada titik ini, dan Bild mencatat bahwa masih menjadi “pertanyaan terbuka” apakah Rusia memilih untuk mundur dalam situasi seperti ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mencemooh laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “ramalan zodiak yang kuat tahun lalu.” Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah adanya rencana untuk menyerang NATO, dengan alasan bahwa Moskow “tidak memiliki kepentingan geopolitik, ekonomi… atau militer” dalam melancarkan perang melawan blok tersebut.

Namun, Rusia selama beberapa dekade telah menyuarakan keprihatinan tentang perluasan aliansi tersebut ke wilayah perbatasannya, dan memandangnya sebagai ancaman nyata. Putin sebelumnya menyebut keinginan Ukraina untuk bergabung dengan blok tersebut sebagai salah satu alasan utama konflik saat ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved