5 Kekejaman Nazi, Salah Satunya Membunuh 6 Juta Orang Yahudi

Rabu, 10 Januari 2024 - 16:16 WIB
loading...
A A A
Ukraina memiliki lebih dari 750 kuburan massal di mana kelompok yang terdiri dari lima atau lebih orang Yahudi digiring ke dalam lubang massal dan ditembak dari belakang. 5.000 orang Yahudi digiring dari Ukraina ke dalam lubang-lubang ini. Untuk menghemat peluru, anak-anak akan dilempar ke dalam lubang api untuk dibakar hidup-hidup.

4. Merampok dan Menyita Properti Orang

Nazi mengizinkan dilakukannya berbagai kejahatan termasuk kejahatan properti dan kejahatan terhadap kelompok masyarakat. Nazi merampas seluruh harta benda dan pendapatan orang-orang Yahudi untuk mempersulit orang-orang Yahudi untuk tinggal di tempat lain sebelum terjadinya Holocaust.

Para korban Holocaust digambarkan oleh Nazi sebagai "penjahat yang membahayakan keselamatan publik". Kamp pusat Nazi untuk orang Yahudi antara tahun 1940 dan 1945 adalah Auschwitz; di mana "setidaknya sepuluh ribu tawanan perang dibunuh". Kaum Gipsi, Yahudi, dan kaum gay dibunuh di kamp konsentrasi ini.

5. Memicu Perang Dunia II

5 Kekejaman Nazi, Salah Satunya Membunuh 6 Juta Orang Yahudi

Foto/Reuters

Melansir History, Perang Dunia II, konflik terbesar dan paling mematikan dalam sejarah umat manusia, melibatkan lebih dari 50 negara dan terjadi di darat, laut, dan udara di hampir seluruh belahan dunia. Juga dikenal sebagai Perang Dunia Kedua, hal ini sebagian disebabkan oleh krisis ekonomi Depresi Besar dan ketegangan politik yang belum terselesaikan setelah berakhirnya Perang Dunia I.

Perang dimulai ketika Nazi Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939 dan berkecamuk di seluruh dunia hingga tahun 1945, ketika Jepang menyerah kepada Amerika Serikat setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Pada akhir Perang Dunia II, diperkirakan 60 hingga 80 juta orang tewas, termasuk 55 juta warga sipil, dan banyak kota di Eropa dan Asia yang hancur menjadi puing-puing.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved