Rusia Minta DK PBB Gelar Pertemuan Terkait Serangan Zat Saraf

Kamis, 05 April 2018 - 12:32 WIB
Rusia Minta DK PBB Gelar...
Rusia Minta DK PBB Gelar Pertemuan Terkait Serangan Zat Saraf
A A A
NEW YORK - Duta Besar Rusia untuk PBB meminta Dewan Keamanan menggelar pertemuan khusus Kamis (5/4/2018) sore di tengah perseteruan diplomatik dengan Inggris dan sekutunya. Hubungan Rusia dengan Inggris dan sekutunya terjun bebas setelah insiden serangan zat saraf terhadap mantan agen ganda Kremlin.

Sebulan setelah mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracuni di kota Salisbury, Inggris, London dan Moskow tetap terkunci dalam pertempuran siapa yang harus disalahkan.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan, "sangat mungkin" serangan itu diperintahkan oleh pemerintah Rusia, tetapi Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan itu. Pada satu titik, Rusia balik menuding kemungkinan Inggris sendiri yang terlibat serangan itu.

"Sesuai dengan prinsip, yang dibagikan oleh kami, bahwa penggunaan senjata kimia oleh siapa pun dan di mana pun tidak dapat diterima dan harus diselidiki dan dihukum. (Kami) meminta Anda untuk mengadakan sidang terbuka Dewan Keamanan PBB," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan dikutip dari CNN.

Skripal dan putrinya berada tetap di rumah sakit. Menurut rumah sakit Salisbury District, Skripal masih dalam kondisi kritis namun stabil. Para ahli Inggris percaya bahwa pasangan itu diracuni oleh zat syaraf buatan Rusia, Novichok.

The Times of London melaporkan pada hari Kamis bahwa dinas keamanan Inggris telah menunjuk lokasi laboratorium Rusia yang memproduksi zat saraf, mengutip sumber tanpa nama.

Sebuah pertemuan pada hari Kamis akan menjadi yang pertemuan kedua kalinya bagi Dewan Keamanan untuk membahas serangan racun tersebut. Dalam pertemuan sebelumnya pada 15 Maret, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengecam pemerintah Rusia atas serangan itu dan menyerukan tanggapan internasional yang tegas.
(ian)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
29 menit yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
2 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
4 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
5 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
6 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved