Mengapa Prancis Membantu Gaza meski Sekutu AS?

Senin, 08 Januari 2024 - 22:22 WIB
loading...
A A A
Paris berupaya untuk menampilkan dirinya sebagai versi yang lebih lembut dari pendekatan diplomasi militan Amerika, melalui membangun hubungan politik yang kuat, dan tampak, meskipun secara dangkal, lebih seimbang dalam pendekatannya terhadap apa yang disebut sebagai konflik Arab-Israel.

Selain itu, Prancis sering berupaya memanipulasi keretakan Iran-Arab, selain keretakan di Lebanon antara kelompok Perlawanan Hizbullah dan kekuatan politik pro-Prancis lainnya di negara tersebut.

5. Ketidakstabilan Sosial di Prancis

Mengapa Prancis Membantu Gaza meski Sekutu AS?

Foto/Reuters

Melansir Palestine Chronicle, masyarakat Prancis sama sekali tidak patuh, dan berbagai permasalahan sosial dan politik cenderung tumpang tindih.

Jika dukungan Washington terhadap Tel Aviv kini menjadi perhatian utama bagi Pemerintahan Biden dalam pemilihan presiden mendatang, kita dapat membayangkan bagaimana genosida Israel di Gaza akan menjadi lebih relevan sebagai masalah sosial dan politik internal dalam masyarakat Prancis.

Banyak kekuatan progresif di Perancis sering menganggap Palestina sebagai isu utama dalam perjuangan mereka untuk keadilan dan kesetaraan. Kekuatan-kekuatan ini sangat aktif dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, memprotes berbagai isu, mulai dari perpanjangan usia pensiun, pemotongan kesejahteraan, hingga meningkatnya pengangguran.

Ditambah dengan sekitar lima juta Muslim Prancis, yang juga aktif dalam lingkaran ini, Gaza telah menjadi isu sehari-hari bagi masyarakat Perancis, yang tidak pernah berhenti melakukan protes, menuntut gencatan senjata sejak awal perang.

Macron memahami bahwa, karena kerapuhan politik pemerintahannya, dan juga karena posisinya sendiri, ia tidak mampu memperpanjang protes ini, yang dapat berkembang dan tumpang tindih dengan isu-isu lain.

Pergeseran politik di Prancis bisa menjadi signifikan jika hal ini tetap konsisten dan, pada kenyataannya, berkembang menjadi sikap politik yang lebih kuat yang melampaui retorika, namun menjadi tindakan.

Namun harus ditegaskan kembali bahwa posisi Elysee tidak bermoral, dan murni berdasarkan kepentingan dan bukan yang lain.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Mau Caplok Gaza, Anggota...
Mau Caplok Gaza, Anggota Parlemen AS Ingin Trump Dimakzulkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved