Korsel Akan Bikin Sistem Rudal Mirip Iron Dome Israel

loading...
Korsel Akan Bikin Sistem Rudal Mirip Iron Dome Israel
Sistem pertahanan rudal Iron Dome yang dioperasikan militer Israel. Foto/REUTERS/Baz Ratner
A+ A-
SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan menginvestasikan lebih dari USD250 miliar (Rp3.660 triliun) untuk pengembangan sistem pertahanan rudal dan kapal selam baru. Peralatan militer itu untuk membantu mengatasi ancaman militer Korea Utara (Korut).

Menurut program pertahanan lima tahun Korea Selatan untuk 2021-2025, Seoul akan mengembangkan pencegat rudal yang mirip dengan Iron Dome Israel. Rencana Seoul itu diberitakan kantor berita Yonhap dan Money Today pada Senin (10/8/2020).

Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel, yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan proyektil jarak pendek dan peluru artileri, akan berfungsi sebagai model pertahanan rudal Korea Selatan.

Menurut laporan tersebut, sistem pertahanan rudal surface-to-air jarak menengah Cheongung dapat digunakan untuk membangun Iron Dome Korea.



Sistem pencegat rudal Korea Selatan akan digunakan untuk melindungi wilayah metropolitan Seoul, termasuk kota satelit di Provinsi Gyeonggi, dari tembakan artileri Korea Utara. (Baca: Penduduk Israel Terpapar Radiasi Berbahaya Sistem Rudal Iron Dome)

Rencana militer Seoul terutama untuk menetralkan ancaman keamanan Korea Utara sambil menjaga kesiapan terhadap potensi tantangan keamanan yang dapat muncul di wilayah tersebut.

Menurut Money Today, rencana tersebut merupakan bagian dari kebijakan Seoul untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara setelah 2022, ketika Korea Selatan dan Amerika Serikat diharapkan menyelesaikan transfer Otoritas Kontrol Operasi (OPCON) masa perang. Transfer OPCON akan membuat Seoul bertanggung jawab atas semua pasukan di Komando PBB.



Kementerian Pertahanan juga telah mengonfirmasi rencana untuk membangun kapal selam 3.600 ton dan 4.000 ton. Militer diperkirakan akan memasang rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam, tetapi keputusan tentang apakah kapal selam itu akan bertenaga nuklir atau tidak masih tertunda.

Korea Selatan telah membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk tidak menggunakan tenaga nuklir untuk keperluan militer.

Washington dan Seoul baru-baru ini juga setuju bahwa Korea Selatan dapat merevisi pedoman rudal yang memungkinkan penggunaan roket ruang angkasa berbahan bakar padat untuk meluncurkan satelit militer.

Pada hari Senin, Seoul secara resmi mengonfirmasi rencana untuk membangun kapal induk ringan seberat 30.000 ton. Kapal induk itu diharapkan selesai pada awal 2030.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top