Jaksa ICC Gunakan Standar Ganda, Keras pada Rusia tapi Loyo pada Israel
Senin, 08 Januari 2024 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Jaksa ICC begitu cekatan ketika menangani kasus invasi Rusia terhadap Ukraina.
"Setelah dimulainya invasi besar-besaran Rusia (pada Februari 2022), Khan melakukan beberapa kunjungan ke Ukraina, menghadiri konferensi pers, membuka kantor lapangan pengadilan terbesar, mengerahkan 42 penyelidik, membuka portal online untuk mengumpulkan bukti, dan mengumpulkan dana dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari berbagai negara," papar Mariniello.
Mengenai pengungsi Gaza yang kini berada di Mesir, Mariniello mengatakan: “Selama kunjungannya ke Mesir pada tanggal 29 Oktober, jaksa tidak bertemu dengan korban Palestina yang mengungsi dari Gaza. Ketika Khan akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan para korban Palestina pada tanggal 2 Desember, harapan para korban langsung berubah menjadi kekecewaan.”
”Meskipun jaksa mengatakan tentang kemungkinan penyelidikan sehubungan dengan penolakan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza, pernyataannya tampaknya menekankan pada penyelidikan aktor non-negara,” kata pakar hukum tersebut.
Kasus yang diselidiki Mariniello terjadi pada tahun 2021, jauh sebelum konflik saat ini di Gaza merenggut sekitar 23.000 nyawa.
Namun, banyak keluhan mengenai kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan Israel juga terjadi sebelum konflik tersebut.
"Setelah dimulainya invasi besar-besaran Rusia (pada Februari 2022), Khan melakukan beberapa kunjungan ke Ukraina, menghadiri konferensi pers, membuka kantor lapangan pengadilan terbesar, mengerahkan 42 penyelidik, membuka portal online untuk mengumpulkan bukti, dan mengumpulkan dana dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari berbagai negara," papar Mariniello.
Mengenai pengungsi Gaza yang kini berada di Mesir, Mariniello mengatakan: “Selama kunjungannya ke Mesir pada tanggal 29 Oktober, jaksa tidak bertemu dengan korban Palestina yang mengungsi dari Gaza. Ketika Khan akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan para korban Palestina pada tanggal 2 Desember, harapan para korban langsung berubah menjadi kekecewaan.”
”Meskipun jaksa mengatakan tentang kemungkinan penyelidikan sehubungan dengan penolakan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza, pernyataannya tampaknya menekankan pada penyelidikan aktor non-negara,” kata pakar hukum tersebut.
Kasus yang diselidiki Mariniello terjadi pada tahun 2021, jauh sebelum konflik saat ini di Gaza merenggut sekitar 23.000 nyawa.
Namun, banyak keluhan mengenai kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan Israel juga terjadi sebelum konflik tersebut.
(mas)
Lihat Juga :