Pakar Militer Sebut Tidak Ada Bukti Israel Berhasil Mengalahkan Hamas
Minggu, 07 Januari 2024 - 15:47 WIB
loading...
Tentara Israel tidak memiliki bukti mampu mengalahkan Hamas. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Tentara Israel berulang kali mengklaim telah mengalahkan dan melumpuhkan Hamas. Tapi, Israel tidak mampu membebaskan sandera yang ditahan kelompok perjuangan Palestina itu. Selain itu, sel militer Hamas juga masih aktif memberikan perlawanan terhadap Israel.
"Klaim Israel bahwa mereka melucuti komando Hamas di Gaza utara mungkin terkait dengan meningkatnya tekanan untuk mencapai hasil dalam perang berdarah yang telah berlangsung selama tiga bulan," kata pakar militer Adel Abdel Ghafar, Dewan Urusan Global Timur Tengah, kepada Al Jazeera.
“Israel perlu menunjukkan kepada konstituen dalam negerinya bahwa mereka benar-benar mencapai sesuatu di lapangan,” kata direktur kebijakan luar negeri dan program keamanan di Dewan Urusan Global Timur Tengah.
Ghafar mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pesan dari kabinet Israel tidak sesuai dengan hasil serangan darat yang diklaim.
“Tetapi jika Anda melihat beberapa pernyataan yang datang dari anggota kabinet Israel yang beraliran sayap kanan, mereka tidak menginginkan bantuan apa pun kembali atau warga Palestina kembali ke Gaza utara. Yang mereka dukung sebenarnya adalah pengusiran massal warga Palestina," ungkap Ghafar.
"Klaim Israel bahwa mereka melucuti komando Hamas di Gaza utara mungkin terkait dengan meningkatnya tekanan untuk mencapai hasil dalam perang berdarah yang telah berlangsung selama tiga bulan," kata pakar militer Adel Abdel Ghafar, Dewan Urusan Global Timur Tengah, kepada Al Jazeera.
“Israel perlu menunjukkan kepada konstituen dalam negerinya bahwa mereka benar-benar mencapai sesuatu di lapangan,” kata direktur kebijakan luar negeri dan program keamanan di Dewan Urusan Global Timur Tengah.
Ghafar mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pesan dari kabinet Israel tidak sesuai dengan hasil serangan darat yang diklaim.
“Tetapi jika Anda melihat beberapa pernyataan yang datang dari anggota kabinet Israel yang beraliran sayap kanan, mereka tidak menginginkan bantuan apa pun kembali atau warga Palestina kembali ke Gaza utara. Yang mereka dukung sebenarnya adalah pengusiran massal warga Palestina," ungkap Ghafar.
Lihat Juga :