Presiden Afghanistan Tandatangani Dekrit Pembebasan Tahanan Taliban

Selasa, 11 Agustus 2020 - 03:30 WIB
loading...
Presiden Afghanistan...
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menandatangani dekrit pembebasan tahanan Taliban “garis keras” yang diinginkan militan.

Dekrit itu akan membuka jalan untuk perundingan damai yang akan dimulai di Qatar. “Ini telah ditandatangani,” ungkap sumber istana kepresidenan, dilansir Reuters.

Majelis Afghanistan atau Loya Jirga menyetujui pembebasan tahanan Taliban itu setelah mendapat tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memungkinkan dia memulangkah pasukan AS.

Perang terus terjadi sejak pasukan Afghanistan yang didukung AS menggulingkan pemerintahan Taliban pada akhir 2001.

“Kami siap untuk duduk berunding dalam sepekan sejak saat kami melihat tahanan kami bebas. Kami siap,” kata juru bicara Taliban Suhail Shaheen.

Belum jelas kapan pembebasan itu akan dilakukan. “Rencana awal ialah ke Doha pada Rabu dan perundingan akan dimulai pada Minggu,” papar sumber pemerintah sebelum dekrit itu ditandatangani.

Utusan Khusus AS Zalmay Khalilzad mencapai kesepakatan dengan Taliban pada Februari untuk penarikan pasukan AS. Dia menyambut perkembangan ini setelah beberapa bulan berupaya membawa Taliban ke meja perundingan dengan pemerintah.

“Dalam beberapa hari mendatang, kami perkirakan selesainya pembebasan tahanan, lalu perjalanan tim ke Doha dan dari sana segera dimulai negosiasi antar-Afghan,” ujar dia di Twitter. (Baca Juga: Rudal Taiwan Lacak dan Usir Jet-jet Tempur China)

Taliban telah menuntut pembebasan 400 tahanan terakhir dari total 5.000 tahanan sebagai syarat bergabung perundingan damai. (Baca Infografis: Prototipe Radar AESA Jet Tempur KF-X korsel resmi diluncurkan)

Namun pemerintah ragu karena para tahanan itu terlibat dalam beberapa kekerasan terburuk, termasuk bom truk 2017 dekat Kedutaan Besar Jerman di Kabul yang menewaskan lebih dari 150 orang. (Lihat Video: Seorang Nenek di Tangerang Gagalkan Aksi Penjambretan)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved