alexametrics

Ini Cara Menanggulangi Bahaya Narkoba Menurut Wakil Dubes AS

loading...
Ini Cara Menanggulangi Bahaya Narkoba Menurut Wakil Dubes AS
Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Erin McKee. Foto/SINDOnews/Victor Maulana
A+ A-
JAKARTA - Wakil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Erin McKee menuturkan bahwa ada dua hal yang harus dikembangkan AS, Indonesia, dan dunia internasional untuk menanggulangi bahaya narkoba.

McKee menuturkan, hal pertama yang dilakukan adalah memperkuat penegakan hukum, lalu mencegah masuknya narkoba. Langkah kedua, lanjut Mckee adalah mempercepat pemulihan mereka yang sudah terdampak narkoba.

"Ini adalah masalah global, dan itu mengharuskan kami membuat kemajuan di dua bidang. Yang pertama adalah mengurangi ketersediaan obat dengan mengganggu organisasi perdagangan narkoba, mengendalikan produksi narkoba, dan memperkuat upaya penegakan hukum," ucap McKee.

"Yang kedua adalah menerapkan tanggapan kesehatan masyarakat dalam pencegahan, pengobatan, dan dukungan pemulihan bagi mereka yang menderita gangguan penggunaan zat adiktif," sambungnya, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Ia lalu menuturkan, saat ini semakin banyak penelitian yang memberikan basis bukti kuat untuk berbagai intervensi yang ditujukan untuk mengurangi penggunaan narkoba dan masalah terkait.

"Intervensi ini termasuk pencegahan primer berbasis sekolah; perawatan perilaku dan pengobatan yang dibantu; alternatif untuk penahanan; dan pencegahan overdosis," ucapnya.

Bekerja dengan para ahli dan Rencana Kolombo, papar McKee, Pemerintah AS menerjemahkan praktik terbaik ini ke dalam pelatihan untuk praktisi dan praktisi perawatan kesehatan.

"Kami mengumpulkan panel pengembang kurikulum yang terdiri dari peneliti, pengajar universitas, dan praktisi perawatan obat untuk mengembangkan serangkaian pelatihan untuk 'membuka' penelitian, menjadi modul pelatihan langkah demi langkah," tukasnya.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak