alexametrics

Rusia Sangkal Serangan Racun, Menlu Inggris: Tidak Masuk Akal!

loading...
Rusia Sangkal Serangan Racun, Menlu Inggris: Tidak Masuk Akal!
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. Foto/Istimewa
A+ A-
BRUSSELS - Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, terus melontarkan kritik yang dialamatkan kepada Rusia terkait serangan zat saraf terhadap mantan agen ganda Moskow. Terbaru, Johnson menyebut sanggahan keterlibatan Rusia dalam serangan itu disebutnya semakin tidak masuk akal.

"Penyangkalan Rusia semakin tidak masuk akal. Ini adalah strategi klasik Rusia. Mereka tidak bisa membodohi orang lagi," kata Johnson.

"Hampir tidak ada negara di sekitar sini, di Brussel, yang belum terpengaruh beberapa tahun belakangan ini karena perilaku Rusia yang tidak berperikemanusiaan atau mengganggu," tambahnya seperti dilansir dari Reuters, Selasa (20/3/2018).

Rusia membantah terlibat dalam percobaan pembunuhan Sergei Skripal dan putrinya Yulia, dalam bentuk penggunaan zat syaraf pertama yang diketahui di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Moskow mengumumkan pada hari Sabtu bahwa pengusiran terhadap 23 diplomat Inggris adalah sebuah respons terhadap keputusan yang sama oleh London.

Sebelumnya Johnson menuduh Rusia menimbun zat saraf era Soviet Novichok yang digunakan untuk meracun Skripal, sebuah tuduhan yang ditolak oleh Moskow. Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri di bangku di kota Inggris Salisbury pada tanggal 4 Maret dan masih berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Baca juga:
Inggris: Kami Miliki Bukti Rusia Masih Simpan Racun Novichok
(ian)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak