Tak Mampu Kalahkan Hamas, Israel Intensifkan Serangan Udara dan Artileri
Selasa, 02 Januari 2024 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Secara kebetulan, kapal perang Alborz Iran memasuki Laut Merah, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada hari Senin, pada saat meningkatnya ketegangan di rute pelayaran utama dengan serangan oleh kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran, yang mendukung Hamas.
Tembakan artileri antara Hizbullah dan Israel telah mengguncang perbatasan sejak dimulainya konflik Gaza, dan militer Israel mengatakan pihaknya melancarkan serangan udara pada hari Senin.
Pejabat Israel mengatakan situasi di perbatasan Lebanon “tidak akan dibiarkan berlanjut. Periode enam bulan mendatang adalah momen yang kritis.”
Setiap eskalasi baru membawa risiko perang regional yang lebih besar. Pasukan AS telah diserang oleh kelompok militan yang didukung Iran di Suriah, Irak, dan Lebanon.
Perang Gaza dipicu oleh serangan mendadak Hamas terhadap kota-kota Israel pada 7 Oktober yang menurut Israel menewaskan 1.200 orang. Otoritas kesehatan Palestina di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan serangan Israel di sana telah menewaskan lebih dari 21.978 orang.
Baca Juga: 10 Negara Timur Tengah yang Terseret Perang Israel dan Hamas
“Keinginan saya di tahun 2024 adalah untuk tidak mati… Masa kecil kami telah hilang. Tidak ada kamar mandi, tidak ada makanan dan tidak ada air. Hanya tenda,” kata Layan Harara, 11 tahun, di Rafah Gaza. Di kebun binatang kota, orang-orang berkemah di antara kandang yang menampung hewan-hewan kelaparan.
Tembakan artileri antara Hizbullah dan Israel telah mengguncang perbatasan sejak dimulainya konflik Gaza, dan militer Israel mengatakan pihaknya melancarkan serangan udara pada hari Senin.
Pejabat Israel mengatakan situasi di perbatasan Lebanon “tidak akan dibiarkan berlanjut. Periode enam bulan mendatang adalah momen yang kritis.”
Setiap eskalasi baru membawa risiko perang regional yang lebih besar. Pasukan AS telah diserang oleh kelompok militan yang didukung Iran di Suriah, Irak, dan Lebanon.
Perang Gaza dipicu oleh serangan mendadak Hamas terhadap kota-kota Israel pada 7 Oktober yang menurut Israel menewaskan 1.200 orang. Otoritas kesehatan Palestina di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan serangan Israel di sana telah menewaskan lebih dari 21.978 orang.
Baca Juga: 10 Negara Timur Tengah yang Terseret Perang Israel dan Hamas
“Keinginan saya di tahun 2024 adalah untuk tidak mati… Masa kecil kami telah hilang. Tidak ada kamar mandi, tidak ada makanan dan tidak ada air. Hanya tenda,” kata Layan Harara, 11 tahun, di Rafah Gaza. Di kebun binatang kota, orang-orang berkemah di antara kandang yang menampung hewan-hewan kelaparan.
Lihat Juga :