Yahya Sinwar: Brigade al-Qassam Sudah Membunuh 1.500 Tentara Israel

Selasa, 26 Desember 2023 - 20:52 WIB
loading...
Yahya Sinwar: Brigade...
Brigade al-Qassam berhasil membunuh lebih dari 1500 tentara Israel selama perang Gaza. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Dalam pesan publik pertamanya sejak serangan 7 Oktober silam, pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar mengklaim bahwa Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, telah “menargetkan” lebih dari 5.000 tentara dan perwira Israel. Sinwar juga mengklaim brigade tersebut telah membunuh sekitar 1.500 orang.

Sinwar selalu membesar-besarkan pencapaian kelompok pejuang Palestina tersebut dalam perang melawan Israel. "Hamas sedang menghadapi pertempuran sengit, penuh kekerasan, dan belum pernah terjadi sebelumnya melawan Israel," kata Sinwar, dalam pidato politiknya, dilansir Times of Israel.

Dia juga mengklaim bahwa Hamas sedang dalam perjalanan untuk menghancurkan Pasukan Pertahanan Israel. "Hamas mengatakan Hamas tidak akan tunduk pada persyaratan pendudukan," tuturnya.

Baca Juga: Mantan Kepala Staf Militer Israel: Zionis Sudah Kalah Perang Melawan Hamas

Namun, jumlah kematian tentara Israel versi IDF adalah sepersepuluh dari apa yang dituduhkan oleh pemimpin teror tersebut. Menurut IDF, 156 tentara sejauh ini tewas dalam operasi darat di Gaza. Lebih dari 300 anggota pasukan keamanan tewas dalam serangan awal Hamas pada tanggal 7 Oktober.

Dia mengklaim bahwa sekitar 3.500 tentara Israel terluka parah atau cacat, sedangkan angka menurut IDF kurang dari 200.

Lebih lanjut dia mengatakan, Hamas telah menghancurkan seluruhnya atau sebagian 750 kendaraan militer Israel. Meski IDF belum memberikan angka resmi, komandan Korps Teknologi dan Pemeliharaan IDF, Brigjen Jenderal Ariel Shima, mengatakan pada awal November bahwa sangat sedikit kendaraan IDF yang rusak parah dan tidak dapat diperbaiki lagi, dan sebagian besar kendaraan yang terkena dampak kembali berperang.

Sebelumnya, kepala politbiro Hamas Ismail Haniyeh kembali ke Qatar dari Kairo untuk berdiskusi dengan para pejabat kelompok teror di pengasingan mengenai proposal Mesir untuk gencatan senjata selama dua minggu yang bisa menjadi gencatan senjata permanen jika Hamas setuju untuk mengizinkan pemerintah teknokratis Palestina mengambil kendali Gaza, dan secara bertahap membebaskan seluruh sandera Israel dengan imbalan pembebasan sejumlah tahanan Palestina.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu malam menegaskan kembali pendiriannya yang sudah lama bahwa serangan Gaza tidak akan berhenti sampai Hamas dihancurkan. Dia telah berulang kali menekankan tiga pilar kampanye Israel adalah menghancurkan Hamas, menyingkirkannya dari kekuasaan di Gaza, dan membebaskan para sandera.

“Kami memperdalam perang di Jalur Gaza,” kata Netanyahu. “Kami akan terus berjuang sampai kemenangan penuh atas Hamas. Itulah satu-satunya cara untuk mengembalikan para sandera, melenyapkan Hamas, dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.”

Netanyahu mengakui “kerugian yang sangat besar” yang ditimbulkan perang terhadap tentara IDF. “Kami melakukan segalanya untuk melindungi kehidupan para pejuang kami,” kata Netanyahu. “Tetapi ada satu hal yang tidak akan kami lakukan – kami tidak akan berhenti sampai kami meraih kemenangan.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved