5 Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Nomor 4 Menampung Ratusan Ribuan Warga Rohingya

Selasa, 26 Desember 2023 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Saat ini, dengan populasi pengungsi melebihi 860.000 (setengahnya adalah anak-anak), kamp ini merupakan kamp pengungsi terbesar di dunia, menempati area seluas sekitar 13 km persegi.

Di Kutupalong, pengungsi Rohingya menghadapi berbagai kesulitan, salah satunya adalah musim hujan yang membawa banjir besar dan menghancurkan banyak tempat penampungan. Pengungsi tinggal di rumah bertingkat rendah yang terletak di dataran banjir yang terjebak dalam lumpur.

Pelayanan publik termasuk rumah sakit dan sekolah tidak dapat diakses. Karena tidak ada layanan darurat sama sekali, kebakaran sering kali menghancurkan rumah-rumah beserta segala sesuatu yang dilaluinya.

Pemerintah Bangladesh telah berupaya mengatasi masalah perencanaan kota Kutupalong selama bertahun-tahun, namun masuknya imigran yang terus menerus membuat hal ini hampir mustahil dilakukan.

5. Kompleks Dadaab dari 3 kamp di Kenya

Terletak di Garissa County, Kenya, hampir 725 km dari kamp pengungsi Kakuma, kompleks pengungsi Dadaab terdiri dari tiga kamp yang lebih kecil – Hagadera, Dagahaley, dan Ifo.

Data terbaru menunjukkan bahwa kompleks tersebut menampung lebih dari 230.000 pengungsi, sebagian besar warga Somalia, beberapa di antaranya melarikan diri dari negara tersebut akibat konflik pada tahun 1991, sementara yang lain mencari perlindungan karena bencana kekeringan dan kelaparan yang terjadi 20 tahun kemudian.

Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari berbagai fasilitas, termasuk jamban, lubang bor, tempat kran air, fasilitas pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan keamanan, serta pasar dan organisasi keuangan. Namun, dengan semakin banyaknya orang yang mengenal kamp-kamp yang sudah penuh sesak, akses terhadap fasilitas-fasilitas penting akan terus terbatas.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Usai Maduro Diculik...
Usai Maduro Diculik AS, Kolombia Bersiap Terima Jutaan Pengungsi Venezuela
Majelis Umum PBB Perbarui...
Majelis Umum PBB Perbarui Mandat Badan Pengungsi Palestina selama 3 Tahun
25.000 Warga Ukraina...
25.000 Warga Ukraina Bisa Dideportasi dari Israel Mulai Bulan Depan
Pengusiran Senyap: Visa...
Pengusiran Senyap: Visa Perjalanan Diberikan pada Warga Palestina dengan Pengawasan Israel
Siapa Omar Yaghi? Pengungsi...
Siapa Omar Yaghi? Pengungsi Palestina yang Meraih Nobel Kimia
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved