6 Alasan Negara Arab Enggan Bergabung dengan Operation Prosperity Guardian

Selasa, 26 Desember 2023 - 22:22 WIB
loading...
A A A
UEA dan Arab Saudi “memiliki pandangan berbeda mengenai cara menangani masalah Houthi,” tulis James Stavridis, pensiunan laksamana Angkatan Laut AS, dalam sebuah opini untuk Bloomberg minggu ini. “UEA menyerukan tindakan militer yang kuat terhadap pemberontak, sementara Riyadh menginginkan pendekatan yang lebih terukur. Mereka perlu dibujuk untuk mengesampingkan perselisihan ini.”

Pada bulan Mei, UEA mengatakan akan meninggalkan CMF multinasional, meskipun hal ini belum diresmikan, Eleonora Ardemagni, seorang peneliti di Institut Studi Politik Internasional Italia, mengatakan kepada surat kabar yang berbasis di Beirut, L'Orient-Le Jour minggu ini.

"UEA tidak puas dengan respons keamanan Washington di Timur Tengah, yang dianggap terlalu lemah dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Ardemagni. “Tetapi mereka tetap mendukung tanggapan tegas, yang bertujuan untuk melemahkan kemampuan militer Houthi dan mengurangi ancaman terhadap pelayaran komersial karena, tidak seperti Saudi, mereka tidak terlibat dalam negosiasi bilateral.”

Kekhawatiran mengenai serangan Houthi terhadap ladang minyak UEA juga bisa menjadi masalah lain.

6. Tidak Ingin Memperkeruh Konflik di Timur Tengah

6 Alasan Negara Arab Enggan Bergabung dengan Operation Prosperity Guardian

Foto/Reuters

Para analis juga mengatakan bahwa satu kesamaan yang dimiliki oleh ketiga negara besar di Laut Merah adalah kenyataan bahwa mereka tidak ingin terlihat bekerja untuk membela Israel.

Jajak pendapat secara berkala menunjukkan bahwa isu kenegaraan Palestina mempunyai resonansi yang besar di kalangan masyarakat di Timur Tengah. Oleh karena itu, para pemimpin Timur Tengah cenderung hanya sekedar basa-basi meskipun sebenarnya mereka tidak ingin berbuat banyak mengenai hal ini.

Selama beberapa tahun terakhir, AS telah mendorong kerja sama antara Israel dan negara-negara Teluk untuk memerangi pengaruh Iran, kata Camille Lons, peneliti tamu di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, pada pekan lalu.

“Sekarang perang di Gaza berarti bahwa kerja sama keamanan Laut Merah tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, karena negara-negara Teluk Arab seperti Arab Saudi kini tidak mau melanjutkan normalisasi Israel.”

Mungkin yang lebih menarik: Sebenarnya ada sembilan negara lain yang akan berpartisipasi dalam koalisi angkatan laut baru tetapi tidak ingin mengumumkan partisipasi mereka kepada publik.

Juru bicara keamanan nasional AS John Kirby mengkonfirmasi hal ini pada konferensi pers pada hari Selasa. Ketika ditanya mengapa Saudi dan UEA tidak muncul dalam daftar kemungkinan anggota koalisi, Kirby menjawab bahwa, “ada beberapa negara yang telah setuju untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari koalisi ini, namun mereka harus memutuskan – mereka berdaulat. negara-negara — seberapa besar publik yang mereka inginkan."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Iran Bantah Luncurkan...
Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi
Rekomendasi
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved