Operasi AS di Laut Merah, Gelombang Persatuan atau Kebingungan?
Minggu, 24 Desember 2023 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Koalisi angkatan laut yang ada di kawasan ini termasuk Operasi Atalanta, yang memerangi pembajakan di lepas pantai Tanduk Afrika, dan Operasi Agenor, yang berfokus pada menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
CMF yang dipimpin AS beroperasi di Laut Merah melalui Satuan Tugas Gabungan 153 (CTF 153).
Pascakonflik Israel-Palestina yang meletus pada tanggal 7 Oktober, pemerintah Yaman yang dipimpin gerakan Ansarallah (yang dijuluki Houthi di Barat sesuai nama klan dominan di Yaman) menyatakan mereka tidak akan mengizinkan pelayaran ke dan dari pelabuhan Israel melewati Laut Merah sampai rezim kolonial mengakhiri pengepungan dan serangannya di Jalur Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah kantong tersebut.
Yaman menguasai pantai timur selat Bab al-Mandab, pintu masuk selatan ke Laut Merah.
Pasukannya menyita kapal pengangkut mobil Galaxy Leader milik Israel namun berbendera asing pada tanggal 19 November, dan telah menargetkan kapal lain dengan serangan drone dan rudal.
Ketika ketegangan meningkat, perusahaan pelayaran besar, termasuk Mediterranean Shipping Company, Maersk, Hapag-Lloyd dan raksasa minyak Inggris BP telah mengambil tindakan proaktif.
Mereka mengalihkan kapal-kapal mereka menjauh dari Laut Merah, menerapkan upaya terkoordinasi untuk memitigasi risiko yang ditimbulkan konflik yang sedang berlangsung dan melindungi kepentingan maritim di wilayah tersebut.
CMF yang dipimpin AS beroperasi di Laut Merah melalui Satuan Tugas Gabungan 153 (CTF 153).
Pascakonflik Israel-Palestina yang meletus pada tanggal 7 Oktober, pemerintah Yaman yang dipimpin gerakan Ansarallah (yang dijuluki Houthi di Barat sesuai nama klan dominan di Yaman) menyatakan mereka tidak akan mengizinkan pelayaran ke dan dari pelabuhan Israel melewati Laut Merah sampai rezim kolonial mengakhiri pengepungan dan serangannya di Jalur Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah kantong tersebut.
Yaman menguasai pantai timur selat Bab al-Mandab, pintu masuk selatan ke Laut Merah.
Pasukannya menyita kapal pengangkut mobil Galaxy Leader milik Israel namun berbendera asing pada tanggal 19 November, dan telah menargetkan kapal lain dengan serangan drone dan rudal.
Ketika ketegangan meningkat, perusahaan pelayaran besar, termasuk Mediterranean Shipping Company, Maersk, Hapag-Lloyd dan raksasa minyak Inggris BP telah mengambil tindakan proaktif.
Mereka mengalihkan kapal-kapal mereka menjauh dari Laut Merah, menerapkan upaya terkoordinasi untuk memitigasi risiko yang ditimbulkan konflik yang sedang berlangsung dan melindungi kepentingan maritim di wilayah tersebut.
(sya)
Lihat Juga :