Studi Ungkap Sejumlah Penyintas Covid-19 Alami Gangguan Kejiwaan
Senin, 10 Agustus 2020 - 04:01 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
ROMA - Penyintas Covid-19 menderita tingkat gangguan kejiwaan yang lebih tinggi, termasuk stres pasca-trauma (PTSD), kecemasan, insomnia, dan depresi. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh rumah sakit San Raffaele di Milan, Italia.
Berdasarkan survei yang dilakukan rumah sakit itu menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari 402 pasien yang dipantau setelah dirawat karena Covid-9 mengalami setidaknya satu dari gangguan ini secara proporsional dengan tingkat keparahan peradangan selama penyakit.
Para pasien, 265 pria dan 137 wanita, diperiksa pada tindak lanjut satu bulan setelah mereka selesai menjalani perawatan di rumah sakit.
(Baca: AS Bingung Tentukan Siapa Penerima Pertama Vaksin Covid-19 )
"Segera jelas bahwa peradangan yang disebabkan oleh penyakit ini juga dapat berakibat pada tingkat psikiatri," kata Francesco Benedetti, ketua kelompok Unit Penelitian Psikiatri dan Psikologi Klinis di San Raffaele, seperti dilansir Al Arabiya.
Berdasarkan wawancara klinis dan kuesioner penilaian diri, dokter menemukan PTSD dalam 28 persen kasus, depresi pada 31 persen, kecemasan pada 42 persen pasien dan insomnia pada 40 persen, dan akhirnya gejala obsesif-kompulsif pada 20 persen.
Studi ini menunjukkan bahwa wanita, khususnya yang paling menderita dari kecemasan dan depresi, meskipun tingkat keparahan infeksi lebih rendah. "Kami berhipotesis bahwa ini mungkin disebabkan oleh perbedaan fungsi sistem kekebalan tubuh," kata Benedetti.
Berdasarkan survei yang dilakukan rumah sakit itu menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari 402 pasien yang dipantau setelah dirawat karena Covid-9 mengalami setidaknya satu dari gangguan ini secara proporsional dengan tingkat keparahan peradangan selama penyakit.
Para pasien, 265 pria dan 137 wanita, diperiksa pada tindak lanjut satu bulan setelah mereka selesai menjalani perawatan di rumah sakit.
(Baca: AS Bingung Tentukan Siapa Penerima Pertama Vaksin Covid-19 )
"Segera jelas bahwa peradangan yang disebabkan oleh penyakit ini juga dapat berakibat pada tingkat psikiatri," kata Francesco Benedetti, ketua kelompok Unit Penelitian Psikiatri dan Psikologi Klinis di San Raffaele, seperti dilansir Al Arabiya.
Berdasarkan wawancara klinis dan kuesioner penilaian diri, dokter menemukan PTSD dalam 28 persen kasus, depresi pada 31 persen, kecemasan pada 42 persen pasien dan insomnia pada 40 persen, dan akhirnya gejala obsesif-kompulsif pada 20 persen.
Studi ini menunjukkan bahwa wanita, khususnya yang paling menderita dari kecemasan dan depresi, meskipun tingkat keparahan infeksi lebih rendah. "Kami berhipotesis bahwa ini mungkin disebabkan oleh perbedaan fungsi sistem kekebalan tubuh," kata Benedetti.
Lihat Juga :