Gaza Tidak Cocok untuk Kehidupan Manusia, Apa Penyebabnya?

Jum'at, 15 Desember 2023 - 05:50 WIB
loading...
A A A
Pada awal kampanye pengeboman pada bulan Oktober, Israel mendesak penduduk Kota Gaza – yang terletak di utara wilayah kantong tersebut – untuk bermigrasi ke selatan demi keselamatan mereka sendiri. Mereka yang menuruti perintah tersebut kemudian harus bergerak lebih jauh ke selatan ketika pesawat-pesawat Israel mulai membom kota Khan Younis, dan dengan pasukan darat Israel yang kini menyerbu ke kedua kota tersebut, Rafah tetap menjadi satu-satunya daerah yang relatif aman di seluruh jalur tersebut.

Baca Juga: Hamas dengan Mudah Membantai Tentara Israel, Apa Rahasianya?

"Masuknya warga ke Rafah telah meningkatkan populasi kota sebanyak empat kali lipat dan membebani sumber daya di sektor yang dulunya merupakan sektor termiskin di Gaza," kata Lazzarini. Pengepungan total yang dilakukan Israel telah menyebabkan kekurangan makanan dan air, dan lembaga-lembaga kemanusiaan mengeluh bahwa konvoi truk bantuan yang diizinkan melewati penyeberangan Mesir-Rafah tidak dapat memenuhi kebutuhan jutaan orang.

“Selama beberapa minggu terakhir kami bertemu dengan semakin banyak orang yang belum makan dalam satu, dua, atau tiga hari,” kata Lazzarini, menggambarkan bagaimana truk yang membawa makanan seringkali tidak dapat sampai ke tempat penampungan dan titik distribusi PBB. “Orang-orang menghentikan truk bantuan, mengambil makanan, dan langsung memakannya,” tambahnya.

“Setiap kali saya kembali [ke Gaza], saya selalu berpikir keadaannya tidak akan bertambah buruk lagi, namun setiap kali saya melihat lebih banyak kesengsaraan, lebih banyak duka, lebih banyak kesedihan, dan saya merasa bahwa Gaza bukanlah tempat yang layak untuk dihuni lagi,” kata dia. kata pejabat PBB kepada wartawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved