Kabinet PM Jepang Fumio Kishida Diguncang Skandal Penggalangan Dana, 4 Menteri Mundur

Jum'at, 15 Desember 2023 - 00:03 WIB
loading...
Kabinet PM Jepang Fumio...
Kabinet PM Jepang Fumio Kishida diguncang skandal penggalangan dana. Foto/Reuters
A A A
TOKYO - Empat menteri kabinet di Jepang mengundurkan diri pada Kamis (14/12/2023) karena skandal penggalangan dana yang melibatkan faksi paling kuat di partai berkuasa.

Lebih dari 500 juta yen USD3,4 juta) diduga telah disimpan dalam dana tertentu selama periode lima tahun hingga tahun 2022.

Nikke melaporkan Jaksa Tokyo juga telah meluncurkan penyelidikan korupsi.

Ini merupakan pukulan terbaru terhadap pemerintahan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang semakin tidak populer, yang peringkat dukungannya merosot.

Dukungan publik terhadap Partai Demokrat Liberal (LDP), yang terus berkuasa sejak tahun 1955, turun di bawah 30% untuk pertama kalinya sejak tahun 2012, menurut survei NHK pada hari Selasa.

Para pemilih marah dengan inflasi, serta cara Kishida menangani skandal-skandal sebelumnya.

Baca Juga: 5 Kebijakan Kota Akashi di Jepang Tingkatkan Angka Kelahiran, Nomor 3 Memahami Budaya Orang Timur

Kepala Sekretaris Kabinet dan juru bicara pemerintah Hirokazu Matsuno, yang sering dianggap sebagai tangan kanan Kishida dan wajah pemerintahannya, adalah yang paling menonjol dari empat menteri. Menteri Ekonomi dan Industri Yasutoshi Nishimura, Menteri Dalam Negeri Junji Suzuki dan Menteri Pertanian Ichiro Miyashita juga mengundurkan diri pada hari Kamis.

Pengganti mereka diperkirakan akan diumumkan pada akhir hari ini.

Selain itu, lima wakil menteri senior dan seorang wakil menteri parlemen dari faksi yang sama, yang sebelumnya dipimpin oleh mendiang PM Shinzo Abe, juga mengundurkan diri.

Pengunduran diri massal ini kini membuat LDP berada dalam situasi yang tidak biasa karena tidak memiliki perwakilan dari faksi terbesar dan terkuat di dalam kabinet.

Kishida, yang mulai menjabat pada Oktober 2021, mengatakan pada hari Rabu bahwa dia akan menangani tuduhan tersebut secara langsung.

Faksi tersebut diduga gagal melaporkan pendapatan penggalangan dana senilai ratusan juta yen.

Fraksi yang juga dikenal sebagai kelompok kebijakan Seiwa ini telah menetapkan kuota bagi anggotanya dalam penjualan tiket acara penggalangan dana partai.

Bila penjualannya melebihi kuota, anggota mendapat dana tambahan. Hal ini tidak melanggar hukum Jepang.

Namun, tuduhan dalam kasus ini – yang dipicu oleh tuntutan pidana – menunjukkan bahwa pendapatan tambahan tersebut tidak dicatat dan malah dimasukkan ke dalam dana gelap.

Matsuno sendiri dituduh tidak melaporkan pendapatan lebih dari 10 juta yen.

Faksi-faksi besar lainnya dalam LDP, termasuk yang sebelumnya dipimpin oleh Kishida, juga menghadapi tuduhan pendapatan penggalangan dana yang tidak dilaporkan.

Pada hari Rabu, Majelis Rendah Diet Jepang menolak mosi tidak percaya yang diajukan oleh oposisi terhadap kabinet Kishida.

LDP dijadwalkan mengadakan pemilihan kepemimpinan pada September mendatang. Pemilihan umum akan diadakan pada tahun 2025.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa meskipun Kishida dapat terus mempertahankan jabatannya, kredibilitasnya akan sangat ternoda oleh skandal yang sedang berlangsung.

“Kishida akan tetap berkuasa untuk saat ini karena tidak ada kandidat lain yang jelas untuk presiden berikutnya. Namun jika ada pesaing kuat yang muncul, mungkin ada langkah untuk memecat Kishida,” Yu Uchiyama, seorang profesor ilmu politik di Universitas Tokyo , kepada Reuters minggu ini.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Infografis
Daftar Menteri Kabinet...
Daftar Menteri Kabinet Merah Putih, Dilantik Prabowo Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved