Hamas: Bunuh 20.000 Warga Sipil Palestina, Apa Ini Kemenangan Israel?

Rabu, 13 Desember 2023 - 14:55 WIB
loading...
Hamas: Bunuh 20.000...
Hamas sebut Israel telah membunuh lebih dari 20.000 warga sipil Palestina di Gaza dan menyindirnya sebagai prestasi kemenangan Zionis. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Hamas menyoroti moral militer Israel dalam perang di Gaza, Palestina, karena telah membunuh banyak warga sipil tanpa pandang bulu.

Pengeboman brutal militer Zionis terhadap warga sipil juga memicu kekhawatiran dunia internasional, termasuk pendukungnya; Amerika Serikat (AS).

Hamas menghitung jumlah warga Palestina yang tewas dalam pengeboman dan serangan darat militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober mencapai lebih dari 20.000 orang.

Baca Juga: Militer Zionis: 20 Tentara Israel Tewas Ditembak Rekan Sendiri saat Perang Melawan Hamas

Angka itu beda dengan pengumuman otoritas kesehatan Gaza pada Selasa yang mengatakan jumlah warga Palestina yang tewas akibat invasi Israel sudah mencapai 18.412 orang.

Hamas memanfaatkan kekhawatiran internasional dengan mengeluarkan seruan untuk melakukan intervensi terhadap kampanye militer Israel.

Kelompok perlawanan Palestina ini juga yakin dengan kemampuan sayap militernya, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, untuk mengusir pasukan Israel dengan paksa.

“Jelas bahwa Israel menghadapi perlawanan sengit di Gaza dan menderita kerugian besar dalam hal pasukan, peralatan dan mesin,” kata juru bicara Hamas, Ghazi Hamad, kepada Newsweek, yang dilansir Rabu (13/12/2023).

“Pejuang al-Qassam berhasil merusak banyak tank dan membunuh sejumlah besar tentara. Mereka juga mencegah pasukan pendudukan melakukan ekspansi ke wilayah lain.”

“Tentu saja, pasukan pendudukan belum mencapai prestasi nyata apa pun di lapangan, sehingga mereka membalas dendam terhadap warga sipil dan melakukan pembantaian terhadap warga negara, perempuan dan anak-anak," lanjut Hamad.

Juru bicara Hamas lainnya, tanpa disebutkan namanya, mengatakan kepada Newsweek bahwa Israel “akan gagal mencapai tujuannya".

“Pendudukan Israel berupaya untuk menggambarkan kemenangan dalam menghadapi pembunuhan terhadap anak-anak dan perempuan serta penghancuran rumah-rumah di atas kepala orang-orang,” katanya.

"Ini gambaran kemenangan yang diinginkan pendudukan melalui agresi berkelanjutannya terhadap Jalur Gaza. Lebih dari 20.000 warga terbunuh. Apakah ini gambaran kemenangan? Apakah ini kepahlawanan?"

"Perlawanan masih kuat, Alhamdulillah. Perlawanan terus menyerang tentara Zionis di seluruh wilayah Jalur Gaza. Perlawanan kuat dan akan tetap kuat, insya Allah," paparnya.

Militer Israel baru-baru ini mengeklaim lima komandan Hamas yang berpengaruh telah terbunuh. Klaim itu disertai dengan merilis sebuah foto beranotasi yang katanya memuat nama dan wajah komandan Hamas yang dibunuh, yang memimpin batalion dan brigade di Gaza utara.

Brigade al-Qassam membenarkan bahwa setidaknya tiga orang tewas, termasuk Ahmed al-Ghandour, kepala brigade utara.

Israel sejak itu mengeklaim bahwa hingga 5.000 personel, dari total 30.000 anggota Brigade al-Qassam, telah tewas dalam dua bulan pertempuran terakhir. Namun, angka ini ditepis Hamas.

Sumber Palestina yang dekat dengan Hamas mengatakan kepada Middle East Eye (MEE) bahwa jumlah korban di kalangan pejuang al-Qassam "sangat kecil".

Ketika didesak mengenai jumlahnya, sumber tersebut mengatakan: "Jumlah total korban di bawah 10 persen".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Brasil Lolos ke Fase...
Brasil Lolos ke Fase Gugur usai Hajar Skotlandia: Vinicius Bersinar, Neymar Comeback
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup C Piala Dunia 2026: Maroko Ukir Sejarah, Vinicius Sentuh Rekor 3 Legenda Brasil
Maroko Temani Brasil...
Maroko Temani Brasil ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Haiti Tersingkir
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved