Apakah Geert Wilders Akan Menutup Semua Masjid Jika Terpilih sebagai PM Belanda?

Rabu, 13 Desember 2023 - 12:39 WIB
loading...
Apakah Geert Wilders...
Geert Wilders, politisi anti-Islam yang pernah berjanji menutup semua masjid di Belanda jika terpilih sebagai perdana menteri. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Ya, Geert Wilders telah berjanji untuk menutup semua masjid di Belanda jika dia terpilih menjadi Perdana Menteri (PM). Dia juga telah berjanji untuk melarang Al-Qur'an dan melarang penggunaan hijab di ruang publik.

Wilders adalah seorang politisi sayap kanan yang dikenal karena retorika anti-Islamnya. Dia pemimpin Dutch Freedom Party (PVV) atau Partai untuk Kebebasan, partai pemenang pemilu Belanda baru-baru ini.

Dia telah lama menjadi pendukung kebijakan "de-Islamisasi" di Belanda.

Janji Wilders untuk menutup semua masjid di Belanda tak hanya disampaikan dalam kampanyenya, tapi juga muncul dalam manifesto seruan “de-Islamisasi” Belanda.

Baca Juga: Calon PM Belanda Ini Bersumpah Tutup Semua Masjid dan Larang Al-Qur'an

The Netherlands is ours again (Belanda milik kita lagi),” demikian judul manifesto yang diluncurkannya pada 2016 silam.

Manifesto itu berisi satu halaman dengan 11 poin. Beberapa poin dokumen manifesto Wilders antara lain seruan penutupan semua masjid dan sekolah Islam, larangan kitab suci Al-Qur'an, dan larangan masuk bagi imigran asal negara-negara Islam.

Melarang hijab atau pun jilbab di depan umum juga diusulkan dalam manifesto tersebut. ”Serta larangan semua ekspresi Islam yang melanggar ketertiban umum,” bunyi salah satu poin manifesto Wilders.

Wilders berpendapat, semua langkah-langkah dalam usulannya itu untuk menyelamatkan uang negara sebesar 7,2 miliar Euro (USD 8 miliar).

“PVV memerangi Islam, ingin menutup perbatasan Uni Eropa dan (menyelamatkan) miliaran (dana) sehingga kita bisa memberikan lagi kepada orang-orang,” kata Wilders dalam sebuah pernyataan saat itu.

”Pesan saya kepada Belanda: Belanda harus kembali menjadi milik kita,” katanya lagi.

Rencana Wilders tentu saja dikritik sejumlah pihak, salah satunya dari Pemimpin Christian Democratic Appeal, Sybrand van Haersma Buma.

”Benar-benar aneh dan luar biasa,” kata Buma. ”Program ini lebih lanjut akan mempolarisasi masyarakat Belanda,” lanjut dia.

Wilders sudah berkali-kali dibawa ke pengadilan atas tuduhan menghasut kebencian.

Kendati demikian, janji menutup semua masjid di Belanda kemungkinan hanya retorika Wilders.

Setelah hasil pemilu keluar November lalu, dia mengatakan bahwa dia akan mematuhi hukum dan konstitusi Belanda—yang menjamin kebebasan beragama dan berekspresi.

"Penurunan jumlah pengungsi dan imigran ke Belanda akan berdampak pada berkurangnya Islamisasi di negara tersebut," kata partainya dalam kampanye pemilu.

“Belanda bukan negara Islam: tidak ada sekolah Islam, Al Quran, dan masjid."

“Kami ingin mengurangi hal-hal yang berkaitan dengan Islam di Belanda dan tujuan ini dapat tercapai dengan mengurangi jumlah imigran non-Barat dan memberlakukan larangan total terhadap pencari suaka."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Jika Israel Langgar...
Jika Israel Langgar Gencatan Senjata, Houthi akan Terus Menyerang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved