Perang Hamas-Israel Memanas, Ribuan Warga Gaza Kelaparan

Selasa, 12 Desember 2023 - 08:52 WIB
loading...
Perang Hamas-Israel...
Ribuan warga Gaza kelaparan karena tidak ada bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke wilayah konflik. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Kelaparan memburuk di kalangan warga Palestina di jalur Gaza yang terkepung. Itu diungkapkan banyak badan bantuan PBB.

Ratusan warga sipil lainnya tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak AS pada hari Jumat memveto resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah diusir dari rumah mereka dan penduduk mengatakan tidak mungkin mendapatkan perlindungan atau makanan di wilayah pesisir yang padat penduduknya. Program Pangan Dunia PBB mengatakan setengah dari penduduknya kelaparan.

“Kelaparan mengintai semua orang,” kata UNRWA, badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina, pada X, dilansir Reuters.

Baca Juga: Aneh Bin Ajaib! Mahasiswa Harvard Diskors karena Ikut Demo Pro-Palestina

Warga Gaza mengatakan orang-orang yang terpaksa mengungsi berulang kali sekarat karena kelaparan dan kedinginan serta pemboman, menggambarkan penjarahan truk bantuan dan harga yang melambung tinggi.

Israel mengatakan instruksinya kepada masyarakat untuk pindah adalah salah satu langkah yang diambil untuk melindungi warga sipil ketika mereka mencoba membasmi militan Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang dalam serangan lintas batas terhadap Israel pada 7 Oktober. Sekitar 100 sandera telah dibebaskan.

Serangan balasan Israel telah menewaskan 18.205 orang dan melukai hampir 50.000 orang, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Para pejabat PBB mengatakan 1,9 juta orang – 85% dari populasi Gaza – mengungsi dan menggambarkan kondisi di wilayah selatan tempat mereka terkonsentrasi sangat buruk.

Untuk meningkatkan jumlah bantuan yang mencapai Gaza, Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menambahkan pemeriksaan pengiriman di perbatasan Kerem Shalom meskipun mereka tidak membuka penyeberangan itu sendiri. Kebanyakan truk memasuki jalur di persimpangan sebelum perang. Dua sumber keamanan Mesir mengatakan inspeksi akan dimulai pada hari Selasa berdasarkan kesepakatan baru antara Israel, Mesir dan Amerika Serikat.

Setelah gagalnya gencatan senjata selama seminggu pada 1 Desember, Israel memulai serangan darat di selatan dan sejak itu terus bergerak dari timur hingga ke jantung kota Khan Younis.

Pada hari Senin, para militan dan penduduk mengatakan para pejuang mencegah tank-tank Israel bergerak lebih jauh ke barat dan bentrok dengan pasukan Israel di Gaza utara, tempat Israel mengatakan sebagian besar misinya telah selesai.

Israel mengatakan puluhan pejuang Hamas telah menyerah dan mendesak pihak lain untuk bergabung dengan mereka.

Warga melaporkan baku tembak di dekat jalan pantai dan media Hamas mengatakan para pejuang menggagalkan upaya pasukan angkatan laut Israel untuk melakukan pendaratan pasukan di lepas pantai.

Pemboman Israel berlanjut hingga malam hari pada hari Senin, kata warga dan pejabat kesehatan. Petugas medis mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 15 orang dalam serangan terpisah di jalur Gaza tengah dan selatan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Berita Terkini
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved