Erdogan Sebut Dewan Keamanan PBB sebagai Dewan Perlindungan Israel

Minggu, 10 Desember 2023 - 07:06 WIB
loading...
Erdogan Sebut Dewan...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Dewan Keamanan PBB setelah AS memveto resolusi gencatan senjata di Jalur Gaza. Foto/The Cradle
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak bisa menyembunyikan kekesalanya kepada Dewan Keamanan (DK) PBB setelah Amerika Serikat (AS) memveto resolusi gencatan senjata di Jalur Gaza .

Erdogan mengecam badan keamanan PBB itu dan menyebutnya sebagai dewan perlindungan Israel.

“Sejak 7 Oktober, dewan keamanan telah menjadi dewan perlindungan dan pertahanan Israel,” kata Erdogan seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (10/12/2023).

Baca Juga: Miris, Rekaman Masjid Tertua di Gaza Hancur Jadi Puing setelah Dibom Israel

AS pada hari Jumat memveto resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata segera dalam pertempuran sengit antara Israel dan Hamas di Gaza.

Dengan demikian, Washington menghentikan tuntutan yang semakin besar untuk menghentikan pertempuran yang dipimpin oleh Sekjen PBB Antonio Guterres dan negara-negara Arab.

“Apakah ini keadilan?” tanya Erdogan. “Dunia ini lebih besar dari lima,” ia menambahkan, mengacu pada lima negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB.

“Dunia lain mungkin terjadi, tapi tanpa Amerika,” kata pemimpin Turki itu.

Baca Juga: China Bongkar Habis Kemunafikan dan Standar Ganda AS Soal Gaza

“Amerika Serikat mendukung Israel dengan uang dan peralatan militernya. Hei, Amerika! Berapa banyak yang akan Anda bayar untuk itu?” dia menambahkan.

“Setiap hari Deklarasi Hak Asasi Manusia dilanggar di Gaza," ujarnya, saat dunia akhir pekan ini merayakan peringatan 75 tahun deklarasi tersebut.

Resolusi PBB untuk gencatan senjata diajukan lebih dari dua bulan setelah dimulainya perang di Gaza yang dipicu oleh serangan berdarah Hamas di tanah Israel pada 7 Oktober, yang menurut otoritas Israel, menewaskan 1.200 orang.

Sejak itu Hamas menyebutkan jumlah korban tewas di Gaza sebanyak 17.490 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Baca Juga: Turki Sebut AS Kini Dikucilkan dalam Masalah Gaza setelah Veto Resolusi DK PBB

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved