Terungkap, Pasukan Khusus Inggris Diam-diam Beroperasi di Ukraina

Jum'at, 08 Desember 2023 - 02:47 WIB
loading...
Terungkap, Pasukan Khusus...
Pasukan khusus Inggris diam-diam beropersi di Ukraina bersama pasukan Kyiv pada hari-hari awal konflik dengan Rusia. Foto/army.mod.uk
A A A
WARSAWA - Pasukan khusus Inggris diam-diam beropersi di Ukraina bersama pasukan Kyiv pada hari-hari awal konflik dengan Rusia. Demikian pengungkapan Declassified UK pada hari Rabu, mengutip buku yang baru diterbitkan oleh jurnalis Polandia Zbigniew Parafianowicz.

Parafianowicz adalah koresponden Ukraina untuk harian Polandia; Dziennik Gazeta Prawna (DGP). Karya terbarunya, “Polska na Wojnie (Polandia dalam Perang)”, mengkaji peran Warsawa dalam konflik di negara tetangganya.

Mengutip laporan Declassified UK pada Kamis (7/12/2023), pada suatu saat, seorang menteri pemerintah Polandia–yang tidak disebutkan namanya–memberi tahu Parafianowicz tentang suatu waktu di bulan Maret 2022 ketika dia melakukan perjalanan dari Kyiv ke Zhitomir.

Baca Juga: Joe Biden: Rusia Akan Menyerang NATO

“Saat itu Rusia masih berdiri di Bucha, dan rutenya berada di zona abu-abu. Ada kemungkinan untuk bertemu dengan orang Rusia. Kami melewati pos pemeriksaan terakhir. Pihak Ukraina mengatakan kepada kami bahwa kami akan terus menanggung risikonya sendiri,” kata menteri yang tidak disebutkan namanya itu.

“Nah, siapa yang kita temui selanjutnya? Tentara Ukraina dan pasukan khusus Inggris. Berseragam. Dengan senjata.”

Menurut sumber yang dikutip Parafianowicz, pihak Inggris dan Ukraina bekerja sama, berkendara di sekitar pedesaan dengan radar pelacak artileri, “mempelajari tentang perang ini”.

Pejabat yang sama juga mengatakan bahwa pasukan khusus Polandia yang berbasis di Lublin telah berada di Brovary, pinggiran kota Kyiv, “pada hari pertama” terjadinya permusuhan.

Warga Polandia–bersama dengan warga Inggris dan Amerika Serikat–telah melatih pasukan khusus Ukraina sejak tahun 2014, kata menteri tersebut.

Menurut Parafianowicz, Special Air Service (SAS) Inggris juga telah melatih petugas keamanan Presiden Volodymyr Zelensky.

Sumber lain, yang diidentifikasi hanya sebagai perwira tinggi Polandia, mengatakan bahwa pasukan komando ini tidak kembali ke Polandia, tetapi “pergi ke arah yang berlawanan”–ke Kharkiv dan sebagian Donbas yang dikuasai Ukraina.

“Mereka bekerja sama dengan Inggris,” kata pewira itu. “Kemudian, kami menyusun formula untuk kehadiran kami di Ukraina, kami hanya diberikan cuti yang dibayar. Politisi pura-pura tidak melihat ini.”

Menurut laporan Declassified UK, beberapa dari pasukan komando Polandia ini mungkin telah melatih anggota Azov—gerakan yang dulunya merupakan neo-Nazi—khususnya unit “Kraken” yang berbasis di Kharkiv–dalam menggunakan peluncur roket NLAW yang dipasok Inggris.

Posting-an media sosial mengidentifikasi mereka hanya sebagai “instruktur dari negara-negara NATO”.

Buku Parafianowicz tampaknya mengonfirmasi laporan media sebelumnya tentang pasukan komando NATO yang bertempur bersama pasukan Ukraina. Pada bulan April 2022, harian Prancis; Le Figaro mengeklaim bahwa operator SAS dan Delta Force telah mengobarkan “perang rahasia” atas nama Ukraina sejak awal operasi militer Rusia.

Tak lama setelah pengungkapan tersebut, The Times melaporkan sejumlah operator SAS telah kembali ke Ukraina untuk mengajari tentara Kyiv cara mengoperasikan roket anti-tank buatan Inggris.

Desember tahun lalu, sebuah publikasi militer Inggris mengakui bahwa hingga 300 Marinir Kerajaan Inggris telah dikerahkan ke Ukraina untuk “operasi terpisah”.

Dokumen rahasia Pentagon yang bocor pada bulan April tahun ini juga menunjukkan setidaknya 50 operator pasukan khusus Inggris masih aktif di Ukraina hingga bulan Maret.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Berita Terkini
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved