Gadis Rusia Berondong Tembakan ke Teman Sekelas Gara-gara Diplonco, 2 Siswa Tewas
Kamis, 07 Desember 2023 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ukraina klaim Tembak Jatuh Jet Pengebom Su-24M Rusia di Dekat Pulau Ular
Laporan yang belum dikonfirmasi oleh media Rusia menyebutkan nama pelaku penyerangan adalah Alina. SHOT, sebuah outlet berita online, mengklaim dia menggunakan senapan berburu ayahnya untuk menargetkan sekelompok anak laki-laki yang akhir-akhir ini melakukan perpeloncoan. Sumber lain mengatakan polisi yakin motif yang paling mungkin adalah dendam pribadi.
Anggota parlemen Rusia Aleksandr Khinshtein memposting foto yang menurutnya merupakan senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut, dan mengidentifikasi model senapan tersebut sebagai Bekas-3, senapan berburu ukuran 16.
Penembakan di sekolah relatif jarang terjadi di Rusia. Bryansk, sebuah kota yang terletak sekitar 340 km barat daya Moskow, pernah mengalami insiden yang melibatkan senapan angin pada tahun 2014, ketika seorang siswa berusia 15 tahun membawanya ke sekolah dan menggunakannya saat terjadi konflik dengan teman sekelasnya. Salah satu proyektil yang ditembakkannya memantul ke dinding dan melukai seorang gadis.
Baca Juga: Alasan Moldova Ketakutan Jadi Target Invasi Rusia setelah Ukraina
Laporan yang belum dikonfirmasi oleh media Rusia menyebutkan nama pelaku penyerangan adalah Alina. SHOT, sebuah outlet berita online, mengklaim dia menggunakan senapan berburu ayahnya untuk menargetkan sekelompok anak laki-laki yang akhir-akhir ini melakukan perpeloncoan. Sumber lain mengatakan polisi yakin motif yang paling mungkin adalah dendam pribadi.
Anggota parlemen Rusia Aleksandr Khinshtein memposting foto yang menurutnya merupakan senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut, dan mengidentifikasi model senapan tersebut sebagai Bekas-3, senapan berburu ukuran 16.
Penembakan di sekolah relatif jarang terjadi di Rusia. Bryansk, sebuah kota yang terletak sekitar 340 km barat daya Moskow, pernah mengalami insiden yang melibatkan senapan angin pada tahun 2014, ketika seorang siswa berusia 15 tahun membawanya ke sekolah dan menggunakannya saat terjadi konflik dengan teman sekelasnya. Salah satu proyektil yang ditembakkannya memantul ke dinding dan melukai seorang gadis.
Baca Juga: Alasan Moldova Ketakutan Jadi Target Invasi Rusia setelah Ukraina
(ian)
Lihat Juga :