AS Terapkan Larangan Visa pada Pemukim Brutal Israel di Tepi Barat

Rabu, 06 Desember 2023 - 10:21 WIB
loading...
AS Terapkan Larangan...
Warga Palestina melempar batu ke arah pemukim dan tentara Israel di Huwara, Nablus, Tepi Barat, 13 Oktober 2022. Foto/AP
A A A
TEPI BARAT - Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan visa bagi mereka yang terlibat dalam penindasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menjelaskan hal itu dalam pernyataan pada Selasa (5/12/2023).

“Washington menyarankan Israel untuk “berbuat lebih banyak” untuk melindungi warga Palestina di wilayah tersebut dan menghukum siapa pun yang terlibat dalam serangan kekerasan terhadap warga sipil atau pembatasan yang tidak semestinya terhadap akses mereka terhadap fasilitas-fasilitas pokok,” ungkap pernyataan Deplu AS.

Meskipun pemerintahan AS sebelumnya di bawah kepemimpinan Donald Trump mengambil sikap yang lebih lunak mengenai masalah ini, Departemen Luar Negeri AS di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden mengkritik kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat.

Pada tahun 2021, Washington mengatakan mereka “sangat menentang” praktik tersebut dan, pada Mei 2023, menambahkan mereka “sangat terganggu” dengan meluasnya aktivitas pemukiman “ilegal”. Namun hingga saat ini, AS belum mengambil tindakan nyata mengenai masalah tersebut.

Pada Selasa, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan mereka akan menerapkan kebijakan pembatasan visa baru “yang menargetkan individu yang diyakini terlibat dalam merusak perdamaian, keamanan, atau stabilitas di Tepi Barat.” “Anggota keluarga dekat dari orang-orang tersebut mungkin juga terkena dampak tindakan tersebut,” ungkap Deplu AS.

“Pemerintah Israel perlu berbuat lebih banyak untuk meminta pertanggungjawaban para pemukim ekstremis yang telah melakukan serangan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat,” ujar Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Baca juga: Pakar: Washington adalah Wilayah yang Dikuasai Zionis

Dia menambahkan lembaganya terlibat dengan kepemimpinan Israel “untuk memperjelas bahwa Israel harus mengambil tindakan tambahan untuk melindungi warga sipil Palestina dari serangan ekstremis.”

“Washington juga bekerja sama dengan Otoritas Palestina agar berbuat lebih banyak untuk mengekang serangan Palestina terhadap Israel,” ungkap pernyataan itu, seraya menambahkan kekerasan di wilayah tersebut merugikan kedua belah pihak.

Pada tahun 2020, Menteri Luar Negeri AS saat itu, Mike Pompeo, menyatakan Israel berhak menduduki Tepi Barat, dan mengabaikan ilegalitas permukiman tersebut berdasarkan hukum internasional.

Pada pertengahan November, Politico melaporkan pemerintahan Biden siap menekan kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat.

Daftar kemungkinan tindakan yang disebutkan dalam makalah tersebut termasuk larangan visa dan potensi sanksi lainnya.

Menurut media tersebut, Gedung Putih meminta Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS mengembangkan “opsi kebijakan” untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang berada di balik serangan kekerasan di Tepi Barat.

Departemen Keuangan belum mengumumkan tindakan apa pun sejauh ini.

Selama ini para pemukim melakukan tindakan brutal terhadap warga Palestina dengan perlindungan tentara Israel.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved