Seorang Pria Serang Turis Dekat Menara Eifel, 1 Tewas dan 2 Terluka
Minggu, 03 Desember 2023 - 07:38 WIB
loading...
Seorang pria menyerang turis di dekat menara Eifel, 1 tewas dan 2 lainnya terluka. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
PARIS - Setidaknya satu orang tewas dan dua lainnya terluka setelah seorang pria menyerang wisatawan di pusat kota Paris, Prancis dekat Menara Eiffel. Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin, Sabtu waktu setempat.
"Polisi segera menangkap pria berusia 26 tahun, warga negara Prancis, dengan menggunakan senjata bius Taser," kata Darmanin kepada wartawan.
"Tersangka termasuk dalam daftar pengawasan dinas keamanan Prancis dan juga dikenal menderita gangguan kejiwaan," tambah Menteri Dalam Negeri Prancis seperti dikutip dari Reuters, Minggu (3/12/2023).
Baca Juga: Prancis Ajak UE Beri Sanksi kepada Pemukim Israel yang Menyerang Warga Tepi Barat
Serangan itu terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat ketika pria tersebut menyerang pasangan turis dengan pisau di Quai de Grenelle, beberapa meter dari Menara Eiffel, hingga melukai seorang warga negara Jerman.
Dia kemudian dikejar polisi dan menyerang dua orang lainnya dengan pemukul sebelum ditangkap.
"Tersangka meneriakkan 'Allahu Akbar' dan mengatakan kepada polisi bahwa dia kesal karena begitu banyak Muslim yang meninggal di Afghanistan dan Palestina dan juga kesal dengan situasi Gaza," ungkap Darmanin.
"Polisi segera menangkap pria berusia 26 tahun, warga negara Prancis, dengan menggunakan senjata bius Taser," kata Darmanin kepada wartawan.
"Tersangka termasuk dalam daftar pengawasan dinas keamanan Prancis dan juga dikenal menderita gangguan kejiwaan," tambah Menteri Dalam Negeri Prancis seperti dikutip dari Reuters, Minggu (3/12/2023).
Baca Juga: Prancis Ajak UE Beri Sanksi kepada Pemukim Israel yang Menyerang Warga Tepi Barat
Serangan itu terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat ketika pria tersebut menyerang pasangan turis dengan pisau di Quai de Grenelle, beberapa meter dari Menara Eiffel, hingga melukai seorang warga negara Jerman.
Dia kemudian dikejar polisi dan menyerang dua orang lainnya dengan pemukul sebelum ditangkap.
"Tersangka meneriakkan 'Allahu Akbar' dan mengatakan kepada polisi bahwa dia kesal karena begitu banyak Muslim yang meninggal di Afghanistan dan Palestina dan juga kesal dengan situasi Gaza," ungkap Darmanin.
Lihat Juga :