Bantu Hamas dan Jihad Islam, Hizbullah Intensifkan Serangan ke Wilayah Israel

Sabtu, 02 Desember 2023 - 16:45 WIB
loading...
Bantu Hamas dan Jihad...
Hizbullah terus meluncurkan roketnya ke wilayah Israel untuk membantu perjuangan Hamas. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Gerakan perlawanan Hizbullah di Lebanon melanjutkan operasi anti-Israel untuk mendukung perlawanan di Gaza, yang sempat terhenti selama gencatan senjata tujuh hari. Itu sebagai bentuk dukungan bagi pejuang Hamas yang terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.

Hizbullah mengatakan bahwa mereka menargetkan kelompok tentara Israel di posisi militer Jal al-Alam, Al-Marj, dan Ramya, serta barak Ramim. Artileri pendudukan Israel menyerang beberapa daerah di Lebanon selatan, menewaskan seorang ibu dan putranya di kota Houla, Lebanon.

Hizbullah berjanji perbatasan Lebanon-Palestina akan tetap menjadi garis depan aktif selama agresi Israel terhadap Gaza terus berlanjut.

Sementara itu, Brigade Al-Qassam telah menembakkan rentetan rudal ke Tel Aviv dan kota-kota lain di wilayah pendudukan Israel sebagai tanggapan atas pemboman Israel terhadap warga sipil di Gaza, ketika para pejuangnya terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan Israel di dalam jalur tersebut.

Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan perlawanan Hamas, mengatakan dalam pernyataan terpisah pada hari Jumat bahwa mereka menembakkan roket ke kota Asqalan, Ashdod, Sderot, Netivot, dan Beersheba, serta pangkalan militer Ra’im.

Mereka juga mengatakan para pejuangnya menyerang pasukan Israel di Gaza utara, termasuk tank Israel dan pengangkut pasukan. Mereka menyerang sekelompok tentara Israel yang ditempatkan di dalam sebuah gedung di Beit Hanoun menggunakan empat peluru anti-personil dan anti-benteng, kata sebuah pernyataan.

Secara terpisah, Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina, mengatakan pihaknya menyerang beberapa kota sebagai tanggapan atas pemboman Israel. Dikatakan pihaknya menargetkan Kibbutz Kissufim dengan 107 rudal.

Gerakan tersebut mengatakan para pejuangnya terlibat dalam bentrokan sengit dengan tentara Israel di dekat Rumah Sakit Al-Rantisi di lingkungan Al-Nasr di Kota Gaza.

Brigade Al-Quds juga mengatakan para pejuangnya menembak jatuh pesawat tak berawak Skylark Israel di Gaza tengah.

Baca Juga: Ini Tujuan Utama Israel Menghancurkan Gaza Selepas Gencatan Senjata, Ternyata Bukan Menghancurkan Hamas

Sementara itu, beberapa ledakan dan tembakan dilaporkan terjadi di Gaza utara ketika Israel mengatakan pihaknya melanjutkan serangannya di jalur yang terkepung setelah gencatan senjata sementara berakhir.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 109 orang tewas dan ratusan lainnya terluka ketika rezim Israel melanjutkan operasi militer dan menargetkan daerah pemukiman dan kamp pengungsi di seluruh wilayah padat penduduk sejak Jumat pagi ketika gencatan senjata selama seminggu berakhir.

Gencatan senjata, yang diperpanjang dua kali, dimulai pada 24 November. Gencatan senjata tersebut menghentikan serangan brutal Israel di Gaza yang dimulai pada awal Oktober dan menewaskan lebih dari 15.000 warga Palestina.

Badan-badan internasional telah menyerukan lebih banyak waktu untuk menyalurkan pasokan medis, makanan dan bahan bakar ke Gaza, di mana sekitar 1,7 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Pertempuran kembali terjadi setelah diplomat tinggi AS Antony Blinken mengunjungi wilayah tersebut dan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Israel. Para pemimpin dunia lainnya, dan kelompok bantuan, telah meminta jeda yang lebih lama.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved