5 Perlakuan Israel Terhadap 1 Juta Warga Palestina yang Pernah Mendekam di Penjara Zionis

Jum'at, 01 Desember 2023 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan berbagai kesaksian dari mereka yang dibebaskan, para tahanan menghadapi unit polisi yang menggerebek sel mereka dan menembakkan gas air mata serta menjadi sasaran penyerangan, penyiksaan, dan perlakuan buruk lainnya. Pihak administrasi penjara dilaporkan memutus aliran air dan listrik, membatasi makanan menjadi dua kali sehari dengan jumlah makanan yang disediakan minimal, dan melarang akses ke kantin di mana narapidana dapat membeli kebutuhan pokok.

2. Tidak Diberi Makan dan Pakaian

5 Perlakuan Israel Terhadap 1 Juta Warga Palestina yang Pernah Mendekam di Penjara Zionis

Foto/Reuters

Sel-sel tersebut, yang dulunya dapat menampung enam orang, kini menampung 10 hingga 20 orang. Organisasi hak-hak tahanan Palestina, Addameer, mendokumentasikan berbagai pelanggaran mulai dari penolakan perawatan medis, larangan kunjungan keluarga, pembatasan kunjungan pengacara, dan isolasi dalam beberapa kasus, hingga kekurangan makanan, selimut, dan pakaian.

Mustafa Mazen Shehadeh, 17, yang dibebaskan akhir pekan lalu, mengatakan dia menderita “kekerasan fisik dan psikologis” dalam penahanan Israel. Israa Jaabis, 38, dibebaskan pada hari Jumat setelah delapan tahun. Otoritas penjara Israel menolak perawatan medis dan operasi meskipun dia menderita luka bakar parah di wajahnya akibat ledakan mobil.

Pada saat penangkapannya pada tahun 2015, mantan narapidana tersebut dituduh mencoba meledakkan pos pemeriksaan setelah mobilnya terbakar karena kerusakan teknis. “Rasa sakit saya terlihat, tidak perlu dibicarakan,” katanya. “Saya juga merasakan sakit secara emosional dan saya merindukan kerabat saya. Tapi ini adalah pajak yang dibayar oleh seorang tahanan.”

3. Disiksa dan Diisolasi

5 Perlakuan Israel Terhadap 1 Juta Warga Palestina yang Pernah Mendekam di Penjara Zionis

Foto/Reuters

Muhammad Nazzal, 18, yang dibebaskan pada hari Selasa, mengatakan kepada wartawan Al Jazeera bahwa penjaga Israel mematahkan jari dan lengannya di penjara, dan memukulinya lebih dari satu kali. Sementara itu, Maysoon Jabali, 28, tahanan wanita Palestina yang paling lama menjalani hukuman di penjara-penjara Israel dan mendapatkan kebebasan pada hari Minggu, menceritakan: “Penjaga penjara Israel menyiksa para narapidana wanita dengan memukuli mereka, menyemprot mereka dengan gas, dan mengirim mereka ke sel isolasi”.

Yang membuat situasi semakin kritis adalah kematian enam orang warga Palestina yang ditahan Israel telah tercatat sejak 7 Oktober. Yang terakhir meninggal adalah Thaer Samih Abu Assab, 38, dari Qalqilya, yang telah dipenjara sejak tahun 2005 dan menjalani hukuman 25 tahun penjara. Seorang remaja tahanan yang dibebaskan dan menyaksikan meninggalnya Assab mengatakan bahwa penjaga penjara memukulinya hingga tewas.

“Situasi warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel saat ini sangat berbahaya. Ini adalah saat terburuk yang pernah dialami para tahanan sejak Israel menduduki wilayah Palestina pada tahun 1967,” kata Muhammad Abdul Samad, juru bicara Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, kepada The New Arab, menyoroti bagaimana perang di Gaza telah berdampak dramatis. berdampak pada kehidupan para tahanan Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved