Massa Jerman Mengamuk di Depan Kedubes AS, Bendera Israel Dibakar

Senin, 11 Desember 2017 - 10:11 WIB
Massa Jerman Mengamuk...
Massa Jerman Mengamuk di Depan Kedubes AS, Bendera Israel Dibakar
A A A
BERLIN - Sejumlah massa dari sekitar 2.500 demonstran di Berlin, Jerman, mengamuk di depan kantor Kedutaan Besar (kedubes) Amerika Serikat (AS) pada hari Minggu. Sebuah bendera Israel dibakar.

Amuk massa itu terjadi dalam demonstrasi menentang keputusan Presiden AS Donald Trump yang secara resmi dan sepihak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Menurut Kepolisian Berlin, penyelidikan sedang diluncurkan terhadap 11 orang terkait pembakaran bendera negara Yahudi tersebut.

Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk anti-Semitisme di negaranya.

Sebelumnya, pada hari Jumat, ratusan orang berkumpul di luar kedutaan AS di Ibu Kota Jerman untuk demonstrasi “Day of Rage” (Hari Kemarahan). Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka telah menahan 10 orang selama demonstrasi tersebut dan 12 tuntutan pidana diajukan, termasuk terkait pembakaran bendera Israel.

Maas kepada surat kabar Bild pada hari Senin (11/12/2017), mengecam aksi anti-Semitisime. ”Segala jenis anti-Semitisme adalah serangan terhadap semua orang. Anti-Semitisme tidak boleh diizinkan untuk memiliki tempat (dalam masyarakat) lagi,” katanya.

Anti-Semitisme tetap menjadi isu yang sangat sensitif di Jerman setelah lebih dari 70 tahun berakhirnya Holocaust era Nazi, di mana 6 juta orang Yahudi diyakini dibantai rezim Adolf Hitler. Jerman sendiri menganggap dirinya sebagai salah satu sekutu terdekat Israel.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan kepada Bild bahwa kritik terhadap keputusan Trump dapat dimengerti. Namun, kata dia, orang tidak memiliki hak atau alasan untuk membakar bendera Israel, menimbulkan kebencian terhadap orang Yahudi atau mempertanyakan hak Israel untuk eksis.

“Siapapun yang melakukan itu tidak hanya berdiri melawan Israel, tapi juga melawan konstitusi Jerman dan Jerman tidak akan mentoleransi hal itu,” ujar Menlu Gabriel.

Gabriel mengatakan bahwa Jerman hanya mengizinkan demonstrasi damai dan tidak mengizinkan konflik di mana orang-orang bersiap menggunakan kekerasan untuk dibawa ke Jerman dari negara lain.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Mengaku Belum...
Jerman Mengaku Belum Diberitahu AS Soal Rencana Penarikan Pasukan
Merkel: AS Tak Bisa...
Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri
Trump Menyetujui Rencana...
Trump Menyetujui Rencana Penarikan 9.500 Pasukan AS dari Jerman
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
1 jam yang lalu
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
2 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
6 jam yang lalu
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
7 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
7 jam yang lalu
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
8 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved