Sosok Eks Menlu AS Henry Kissinger yang Meninggal Dunia, Dulu Pernah Ramal Kehancuran Israel

Kamis, 30 November 2023 - 11:37 WIB
loading...
Sosok Eks Menlu AS Henry...
Mantan Menlu AS Henry Kissinger meninggal dunia pada usia 100 tahun. Foto/The Times of Israel
A A A
JAKARTA - Henry Kissinger dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, (29/11/2023) waktu setempat. Ia merupakan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat yang pernah menjabat pada 1973-1977.

Menurut laporan Reuters, Kissinger meninggal pada usia 100 tahun di rumahnya yang berada di Connecticut. Lebih lanjut, ia akan dimakamkan pada upacara keluarga pribadi terlebih dahulu.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Henry Kissinger ini? Untuk mengenalnya lebih jauh, simak ulasannya berikut.

Sosok Henry Kissinger


Henry Alfred Kissinger dulunya dikenal sebagai diplomat dan politisi tersohor asal Amerika Serikat. Pada sepak terjangnya, ia diketahui cukup dikenal oleh kalangan dunia internasional.

Mengutip Britannica, Kissinger lahir di Jerman, 27 Mei 1923. Ia merupakan putra dari pasangan Louis Kissinger dan Paula yang diketahui sebagai penganut Yahudi Jerman.

Saat era penindasan Nazi, keluarganya turut menjadi korban. Hal ini membuat mereka terpaksa pindah ke AS pada 1943.

Pasca beralih menjadi warga Amerika Serikat, Kissinger bertugas di Angkatan Darat AS selama Perang Dunia II. Bersama kemampuan bahasa Jerman yang dimiliki, ia juga ditunjuk sebagai penerjemah.

Lepas dari dinas militer, Kissinger sempat berkuliah di Universitas Harvard. Meraih gelar BA pada 1950 dan Ph.D pada 1954, ia kemudian menjadi bagian dari akademisi Universitas Harvard.

Seiring waktu, Kissinger mulai menjajaki profesi sebagai konsultan masalah keamanan. Tercatat, ia pernah bekerja untuk sejumlah lembaga AS yang mencakup era pemerintahan Presiden Dwight D Eisenhower, John F Kennedy, hingga Lyndon B Johnson.

Pada 1969, Presiden Richard Nixon menunjuknya sebagai penasihat keamanan nasional. Beberapa tahun berselang, Kissinger mendapat peran lain sebagai Sekretaris Negara.

Menariknya, Kissinger diketahui menjadi Sekretaris Negara AS pertama yang berasal dari negeri asing. Sepanjang tugasnya, ia sudah banyak mencatatkan prestasi.

Salah satu yang cukup menarik adalah terlibat dalam perundingan damai dengan Le Duc Tho dari Vietnam Utara. Atas usaha resolusi konflik Vietnam yang nyata itu, Kissinger bahkan dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 1973.

Pernah Ramal Kehancuran Israel


Terlepas dari banyaknya orang yang memuji kecerdasan dan pengalaman Henry Kissinger, tak sedikit juga yang mencapnya sebagai penjahat perang atas dukungannya terhadap kediktatoran anti-komunis, khususnya di Amerika Latin. Beberapa kali, ia juga kerap melontarkan pandangan-pandangan yang menimbulkan kontroversi di kemudian hari.

Pada 2012, Kissinger pernah membuat pernyataan yang terbilang mengejutkan. Ia menyebut bahwa Israel akan lenyap pada 2022.

Terkait alasannya, Kissinger mendasarkan pandangannya terhadap sebuah studi yang dilakukan oleh Komunitas Intelijen AS (IC) berjudul "Mempersiapkan Timur Tengah Pasca-Israel,".

Pada salah satu keterangannya, studi tersebut memuat isi laporan IC yang menguatkan pendapatnya tentang Israel. Dalam hal ini, Israel dikatakan tidak akan mampu bertahan terus seiring munculnya dukungan solid terhadap Palestina dari negara-negara Islam.

Berkaitan dengan Amerika Serikat selaku sekutu dekatnya, Kissinger menganggap Washington juga tidak bisa selalu menyokong Israel dari gempuran negara-negara tetangganya. Maka dari itu, ada kemungkinan kehancuran Israel di kemudian hari mendatang.

Demikian ulasan mengenai sosok Henry Kissinger, eks Menlu AS yang meninggal dunia di usia 100 tahun.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Berita Terkini
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved