Ahed Tamimi, Gadis Penampar Tentara Israel, Dibebaskan dari Penjara

Kamis, 30 November 2023 - 09:54 WIB
loading...
Ahed Tamimi, Gadis Penampar...
Aktivis perempuan asal Palestina, Ahed Tamimi, dibebaskan dari penjara Israel bersama 29 tahanan lainnya. Foto/The New Arab
A A A
TEL AVIV - Otoritas penjara Israel mengatakan sebanyak 30 tahanan Palestina dibebaskan pada Rabu malam waktu setempat. Ini adalah bagian dari pertukaran terakhir berdasarkan kesepakatan perpanjangan perjanjian gencatan senjata yang akan berakhir dalam beberapa jam.

“Pada malam hari, 30 tahanan keamanan pria dan wanita dibebaskan dari sejumlah fasilitas penjara,” kata otoritas penjara Israel dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (30/11/2023).

Di antara mereka yang dibebaskan adalah Ahed Tamimi, seorang aktivis perempuan berusia 22 tahun yang telah menjadi tokoh penting bagi warga Palestina yang menentang pendudukan Israel.

Dia ditahan karena sebuah unggahan Instagram yang menurut sumber-sumber Israel menyerukan pembantaian warga Israel dan merujuk pada Hitler. Namun tudingan itu dibantah oleh keluarganya.

Ibunya, Narimane, yang suaminya juga ditahan, mengatakan Ahed bahkan tidak bisa membuka akun media sosial.

Baca Juga: Aktivis Palestina Ahed Tamimi Ditangkap Pasukan Israel karena Dituding Hasut Teror

Pembebasan semalam, yang terjadi setelah gelombang keenam pembebasan sandera dari Gaza, menjadikan jumlah tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata menjadi 210 orang.

Hamas dan militan lainnya di Gaza telah membebaskan 70 warga Israel berdasarkan perjanjian tersebut, bersama dengan hampir 30 sandera berkewarganegaraan lain di luar kerangka gencatan senjata.

Para sandera dan tahanan yang dibebaskan disambut dengan perayaan oleh teman dan keluarga, namun bentrokan telah terjadi selama beberapa malam antara warga Palestina dan pasukan keamanan Israel di luar Penjara Ofer.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas memasuki hari keenam pada hari Rabu waktu setempat setelah sandera tambahan dibebaskan dengan imbalan tahanan Palestina, dan mediator mendorong gencatan senjata yang lebih “berkelanjutan”.

Hamas mulai menyerahkan lebih banyak sandera Israel pada Selasa kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC), kata seorang pejabat Palestina, pada hari kelima dari perpanjangan gencatan senjata selama enam hari.

Baca Juga: Ahed Tamimi Si Penampar Tentara Israel Masuk Daftar Tahanan Palestina yang Bakal Dibebaskan

Brigade Al Quds, sayap bersenjata gerakan Jihad Islam Palestina, mengatakan melalui akun Telegramnya bahwa mereka juga menyerahkan 'beberapa tahanan sipil' sebagai bagian dari perjanjian pertukaran dengan Israel.

Perpanjangan 24 jam terakhir dari perjanjian tersebut akan dimulai pada Rabu malam, dan diperkirakan akan terjadi satu kali lagi pertukaran sandera dengan tahanan, namun mediator Qatar mengatakan pihaknya mengharapkan perjanjian yang lebih tahan lama.

“Fokus utama kami saat ini, dan harapan kami, adalah mencapai gencatan senjata berkelanjutan yang akan mengarah pada negosiasi lebih lanjut dan pada akhirnya mengakhiri perang ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari pada konferensi pers di Doha.

"Namun, kami bekerja dengan apa yang kami miliki. Dan apa yang kami miliki saat ini adalah ketentuan dalam perjanjian yang memungkinkan kami untuk memperpanjang hari kerja selama Hamas dapat menjamin pembebasan setidaknya 10 sandera," imbuhnya.

Perjanjian gencatan senjata tersebut telah menghentikan sementara agresi Israel di wilayah kantong Palestina yang terkepung. Sejauh ini hampir 15.000 warga Palestina telah tewas, sebagian besar anak-anak dan perempuan, serta membuat sebagian besar daerah utara wilayah tersebut tidak dapat dihuni.

Baca Juga: Sosok Ahed Tamimi, Aktivis Palestina yang Ditangkap Israel

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Yordania, Hancurkan Fasilitas Radar
Rekomendasi
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Strategi Tepat Mengelola...
Strategi Tepat Mengelola Pemesanan Tiket Pesawat Perjalanan Bisnis
Berita Terkini
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved