Lima Pejabat Tinggi Rusia Tewas Diserang Partisan Ukraina saat Pertemuan

Kamis, 30 November 2023 - 08:21 WIB
loading...
Lima Pejabat Tinggi...
Setidaknya 5 pejabat tinggi Rusia tewas setelah diserang partisan Ukraina saat melakukan pertemuan di Kherson. Foto/The Kyiv Independent
A A A
KIEV - Setidaknya lima perwira tinggi Rusia tewas dalam sebuah serangan saat mereka tengah mengadakan pertemuan. Serangan fatal itu terjadi di wilayah pendudukan Rusia, Kherson.

Menurut Pusat Perlawanan Nasional Ukraina serangan itu dilaporkan dilakukan dengan bantuan partisan Ukraina yang tinggal di Yuvileyne, sebuah desa di tenggara Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia. Pusat Perlawanan Nasional mengunggah di saluran Telegramnya bahwa serangan itu dilakukan di sebuah gedung tempat personel Rusia mengadakan pertemuan.

“Berkat informasi yang diberikan oleh kelompok bawah tanah dan warga setempat yang peduli, sebuah serangan dilakukan terhadap gedung tempat pertemuan penjajah diadakan di desa Yuvileyne, wilayah Kherson yang diduduki sementara,” bunyi postingan tersebut seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (30/11/2023).

Akibat tindakan yang berhasil, lima pejabat tinggi diketahui tewas.

Baca Juga: Eropa Memanas! Moskow Ancam Polandia jika Kirim Pasukan ke Perbatasan Finlandia-Rusia

Pusat Perlawanan Nasional didirikan oleh Pasukan Operasi Khusus Ukraina pada Maret 2022 untuk menyatukan warga Ukraina yang tinggal di wilayah pendudukan Rusia.

Sementara itu saluran Telegram berbahasa Rusia Astra, yang digunakan oleh jurnalis Rusia yang telah disensor oleh Kremlin, juga melaporkan serangan terhadap gedung dua lantai di Yuvileyne pada hari Selasa, menambahkan bahwa empat petugas polisi Rusia tewas. Sumber yang berbicara dengan saluran tersebut mengatakan bahwa bangunan itu adalah rumah bagi Departemen Dalam Negeri Nova Kakhovka Federasi Rusia, dan strukturnya "dihancurkan" oleh penembakan.

Menurut Astra, 17 karyawan yang bekerja di gedung tersebut juga mengalami luka-luka dalam penyerangan tersebut, dan sedikitnya lima kendaraan dinas mengalami kerusakan. Mereka yang tewas termasuk Mayor Polisi Rusia Arthur Dzhunusov, yang diidentifikasi Astra sebagai wakil kepala departemen kepolisian di wilayah tersebut.

Mayor Polisi Vladimir Novikov, yang diidentifikasi sebagai kepala logistik departemen tersebut, juga tewas dalam serangan itu, begitu pula Letnan Polisi Senior Mergen Nimgirov dan Kapten Polisi Sergei Novikov, lapor Astra. Identitas korban kelima tidak diketahui pada saat berita ini dimuat.

Baca Juga: Perang Terus Berkobar, Rusia Tolak Gencatan Senjata dengan Ukraina

Newsweek tidak dapat memverifikasi secara independen laporan mengenai serangan itu. Sebuah email telah dikirim ke Kementerian Luar Negeri Rusia untuk dimintai komentar pada Rabu malam.

Partisan Ukraina telah melakukan sejumlah serangan terhadap personel Rusia sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina. Pada bulan Oktober, para pendukung Kiev menyabotase pengiriman amunisi dan bahan bakar untuk militer Moskow dengan menghancurkan sebuah lokomotif di kota Melitopol yang diduduki Rusia.

Partisan Ukraina juga meledakkan sebuah mobil yang membawa tentara Chechnya berperang atas nama Rusia di distrik Melitopol awal pekan ini.

Moskow menempati sebagian besar wilayah selatan dan timur Ukraina, yang dianeksasi secara ilegal oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada musim gugur lalu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa gencatan senjata tidak dapat dicapai dalam perang sampai semua wilayah yang diduduki dikembalikan ke kendali Kiev.

Baca Juga: Vladimir Putin: Rusia yang Kuat Penting Bagi Tatanan Dunia
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Ambil Alih Selat Hormuz, Bakal Pungut Bayaran
Rekomendasi
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Microdrama China Time...
Microdrama China Time Traveling Terbaru di V+Short, Prince's Rules Broken?! Wajib Masuk Watchlist
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Berita Terkini
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved