5 Fakta RS Al Shifa Gaza, Rumah Sakit yang Menjadi Sasaran Israel

Jum'at, 24 November 2023 - 15:22 WIB
loading...
5 Fakta RS Al Shifa...
Kondisi Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara, Jalur Gaza, 8 November 2023. Foto/REUTERS
A A A
GAZA - Belum lama ini Rumah Sakit Al-Shifa Gaza telah menjadi sasaran serangan Israel yang berusaha menghancurkan infrastruktur Hamas di Gaza.

Serangan rezim kolonial Zionis di Gaza telah menewaskan lebih dari 14.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak.

Rumah sakit yang satu ini merupakan salah satu fasilitas kesehatan terbesar dan tertua di Jalur Gaza. RS Al-Shifa Gaza juga telah menjadi saksi sejarah konflik antara Israel dan Palestina.

Setelah peristiwa penyerangan tersebut terjadi, kini RS Al-Shifa Gaza tidak lagi beroperasi penuh seperti sebelumnya. Untuk mengetahui lebih dekat tentang rumah sakit Gaza tersebut, simak fakta lengkap berikut ini.

Lima Fakta RS Al Syifa di Gaza

1. Rumah Sakit Terbesar di Gaza


Rumah Sakit Al Syifa merupakan rumah sakit terbesar yang ada di jalur Gaza. Rumah sakit ini memiliki tiga fasilitas khusus, yaitu bedah, penyakit dalam, serta kebidanan dan ginekologi.

Sejak didirikan pada tahun 1946, rumah sakit ini menjadi pusat penyembuhan penyakit warga Palestina di Gaza. Sebab, rumah RS Al Syifa ini masuk dalam kategori rumah sakit umum.

2. Menjadi Tempat Berlindung Warga Palestina


Berada di jalur Gaza, rumah sakit ini juga dulunya menjadi salah satu tempat paling aman untuk berlindung bagi warga Palestina. Mereka berlindung di dalam ruangan rumah sakit hingga sampai ada yang bersembunyi di bawah tanahnya.

Tidak hanya warga, tempat ini juga menjadi wadah penyimpanan senjata militer Palestina. Hal tersebut bisa terjadi karena dulunya tempat atau fasilitas umum menjadi zona teraman untuk bersembunyi.

3. Kekurangan Stok Obat-obatan


Sebagai rumah sakit yang berada di zona peperangan, mobilitas alat kesehatan pun kerap mengalami gangguan. Akibatnya, banyak diantara pasien yang meninggal akibat kekurangan stok obat.

Selain itu, banyak jenazah yang tidak bisa diurus atau dikubur, dan banyak bayi prematur yang berisiko meninggal karena inkubator tidak berfungsi.

4. Sejarah Berdirinya RS Al Syifa Gaza


Rumah Sakit Al-Shifa Gaza didirikan pada tahun 1946, tepatnya pada masa pemerintahan Inggris, dua tahun sebelum Inggris menarik diri dari Palestina.

Tempat ini awalnya merupakan barak Angkatan Darat Inggris, yang kemudian diubah menjadi rumah sakit untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Gaza.

Dalam perkembangannya, bangunan ini selamat dari invasi Mesir pada tahun 1948 dan dua dekade pemerintahan militer Mesir. Setelah itu, Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel merebut dan menduduki Jalur Gaza, termasuk rumah sakit ini.

Sejak saat itu, Al-Shifa telah menjadi salah satu pusat medis utama di wilayah tersebut, yang sering menjadi tempat penanganan cedera dan trauma akibat konflik bersenjata antara Israel dan Palestina.

5. Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Palestina


Rumah Sakit Al-Shifa Gaza memang menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina yang terus berjuang untuk kemerdekaan dan keadilan. Rumah sakit ini telah menyaksikan dan menangani banyak korban dari berbagai konflik dan agresi yang terjadi di wilayah tersebut.

RS Al-Shifa ini juga menjadi tempat perlindungan dan harapan bagi banyak orang yang membutuhkan bantuan medis dan kemanusiaan. Rumah sakit ini menunjukkan semangat dan ketahanan rakyat Palestina yang tidak pernah menyerah.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
1.000 Prajurit Israel...
1.000 Prajurit Israel yang Meminta Perang Gaza Diakhiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved