Kisah Gadis Palestina Marah Bakir: Diberondong 14 Peluru Israel, Dipenjara di Usia 16 Tahun

Kamis, 23 November 2023 - 10:00 WIB
loading...
Kisah Gadis Palestina...
Gadis Palestina Marah Jouda Bakir (24) merupakan satu dari 300 tahanan yang akan dibebaskan Israel untuk ditukar dengan 50 sandera yang ditawan Hamas. Foto/X @Avolanza
A A A
GAZA - Gadis Palestina Marah Jouda Bakir (24) merupakan satu dari 300 tahanan yang akan dibebaskan Israel untuk ditukar dengan 50 sandera yang ditawan Hamas.

Marah Bakir berasal dari Beit Hanina, utara Yerusalem. Dia ditangkap dan dipenjara di Israel saat masih anak-anak, yakni pada usia 16 tahun. Sejak itu, dia menjadi perwakilan tahanan perempuan di Penjara Damon, Israel.

Kisah hidup Marah Bakir cukup mewakili penderitaan orang-orang Palestina di bawah pendudukan Zionis Israel.

Sebelum ditangkap, dia diberondong tembakan 14 peluru pasukan Israel pada bagian tangan saat meninggalkan sekolahnya di Sheikh Jarrah. Dia dikenai tuduhan palsu, yakni dituduh "teroris".

Baca Juga: 3 Negara yang Diancam Israel Jika Ikut Campur Perang Melawan Hamas di Gaza

Marah Bakir telah menghabiskan enam tahun dua bulan di penjara Israel sejak penangkapannya pada 12 Oktober 2015. Dia kemudian dijatuhi hukuman delapan setengah tahun penjara—dan bahkan memperoleh ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) selama dipenjara.

Awal tuduhan "teroris" yang dialamatkan pada Marah Bakir dimulai ketika gadis ini terlibat pertengkaran dengan seorang tentara Israel.

Tentara Israel menuduh Marah Bakir berusaha menikamnya sebelum si tentara tersebut melepaskan banyak tembakan ke arahnya.

Selama dipenjara, gadis ini disiksa dan hak untuk mendapat perawatan diabaikan oleh otoritas rezim Israel. Itu termasuk menangguhkan operasi bedah tangannya karena dia dicap "teroris".

Marah Bakir, yang menjadi salah satu ikon perjuangan Palestina, telah dipindahkan dari penajara satu ke penjara lainnya oleh Israel. Itu penjara Ramle, Ashkelon, Hasharon hingga Damon. Namun, dia tetap tegar dalam perjuangannya melawan pendudukan Zionis Israel.

Sekadar diketahui, Zionis dan Hamas sedianya sepakat melakukan pertukaran 150 hingga 300 tahanan yang dipenjara Israel dengan 50 sandera yang ditawan Hamas pada Kamis (23/11/2023). Namun, pertukaran ini ditunda hingga Jumat besok.

"Pelepasan akan dimulai sesuai kesepakatan awal antara para pihak, dan tidak sebelum hari Jumat," kata Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi dalam sebuah pernyataan, Kamis (23/11/2023).

Berbagai media Israel dan Arab juga melaporkan bahwa penundaan pertukaran tahanan dan sandera telah menyebabkan gencatan senjata Israel-Hamas tertunda.

Seorang sumber Israel mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa pertempuran di Gaza tidak akan berhenti selama belum ada batas waktu yang pasti untuk perjanjian dengan Hamas.

BBC juga melaporkan bahwa sumber pemerintah Israel mengatakan akan ada penundaan gencatan senjata, yang diperkirakan akan dimulai pada pukul 10.00 pagi pada hari Kamis dan pembebasan sandera diperkirakan akan dimulai segera setelahnya.

Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan kepada kantor berita AFP pada Kamis pagi bahwa pertempuran antara Israel dan Hamas tidak akan berhenti “sebelum hari Jumat”.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Berita Terkini
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Infografis
Rencana Menteri Israel...
Rencana Menteri Israel untuk Lenyapkan Palestina di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved