Putra Netanyahu Kabur dari Perang Melawan Hamas tapi Kritik Militer Israel
Senin, 20 November 2023 - 10:17 WIB
loading...
Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, melarikan diri ke AS untuk hindari perang melawan Hamas di Gaza. Namun, dia mengkritik militer Israel. Foto/Avshalom Sassoni/Flash90
A
A
A
TEL AVIV - Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, kembali memicu kemarahan karena mengkritik militer Israel, pengadilan, dan media ketika perang melawan Hamas sedang berlangsung.
Kritik itu disampaikan melalui konten di saluran Telegram yang dia buat di Amerika Serikat (AS). Alih-alih ikut perang di Gaza, putra Netanyahu ini justru melarikan diri ke Amerika dan menjalani hidup enak.
Dia mem-posting konten yang sarat kritik tepat saat ayahnya menggelar konferensi pers terkait perkembangan perang Israel-Hamas pada Sabtu pekan lalu.
Baca Juga: Militer Israel Frustrasi setelah Gagal Temukan Markas Hamas di RS al-Shifa
Dalam salah satu posting-annya, dia mengeklaim bahwa keputusan yang dibuat oleh Pengadilan Tinggi menyebabkan perubahan dalam aturan keterlibatan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di perbatasan Gaza, sehingga memungkinkan Hamas untuk mendekati pagar perbatasan.
Dia kemudian berbagi posting-an yang menyalahkan IDF atas kegagalan pada 7 Oktober, ketika Hamas membantai 1.200 warga Israel dan menculik ratusan orang untuk disandera di Jalur Gaza.
Kritik itu disampaikan melalui konten di saluran Telegram yang dia buat di Amerika Serikat (AS). Alih-alih ikut perang di Gaza, putra Netanyahu ini justru melarikan diri ke Amerika dan menjalani hidup enak.
Dia mem-posting konten yang sarat kritik tepat saat ayahnya menggelar konferensi pers terkait perkembangan perang Israel-Hamas pada Sabtu pekan lalu.
Baca Juga: Militer Israel Frustrasi setelah Gagal Temukan Markas Hamas di RS al-Shifa
Dalam salah satu posting-annya, dia mengeklaim bahwa keputusan yang dibuat oleh Pengadilan Tinggi menyebabkan perubahan dalam aturan keterlibatan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di perbatasan Gaza, sehingga memungkinkan Hamas untuk mendekati pagar perbatasan.
Dia kemudian berbagi posting-an yang menyalahkan IDF atas kegagalan pada 7 Oktober, ketika Hamas membantai 1.200 warga Israel dan menculik ratusan orang untuk disandera di Jalur Gaza.
Lihat Juga :