Invasi Darat AS ke Korut Bisa Bunuh Jutaan Orang, Kongres Terganggu

Senin, 06 November 2017 - 08:22 WIB
Invasi Darat AS ke Korut...
Invasi Darat AS ke Korut Bisa Bunuh Jutaan Orang, Kongres Terganggu
A A A
WASHINGTON - Sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat (AS) merasa terganggu dengan laporan Pentagon yang mewacanakan opsi invasi darat ke Korea Utara (Korut) untuk amankan senjata nuklir Pyongyang. Alasannya, serbuan militer itu dapat membunuh jutaan orang dari Korut, Korea Selatan, Jepang, Guam dan AS sendiri.

Pejabat tinggi Pentagon, Laksamana Michael J Dumont dari Staf Gabungan, mengungkapkan bahwa satu-satunya cara agar AS dapat menemukan dan menghancurkan dengan pasti semua komponen senjata nuklir Korut adaah melalui invasi darat. Cara itu, lanjut Dumont, juga satu-satunya cara untuk mengamankan semenanjung Korea.

Kelompok politisi Kongres—terdiri dari 15 politisi Demokrat dan satu politisi Republik—menggambarkan penilaian Pentagon itu sebagai hal yang “sangat mengganggu”. Data yang dikutip para politisi dari Pentagon menyatakan bahwa invasi darat dapat mengakibatkan ratusan ribu, atau bahkan jutaan kematian hanya dalam beberapa hari pertama pertempuran.

Baca: Pentagon: Amankan Situs Nuklir Korut Memerlukan Invasi Darat

Dumont telah menulis surat sebagai tanggapan atas permintaan dua anggota Kongres terkait perkiraan jumlah korban dalam sebuah konflik dengan Korea Utara. Jutaan korban yang diperkirakan bisa tewas termasuk untuk warga sipil dan tentara AS, warga Korea Selatan, warga Jepang, warga Guam dan tentunya juga warga Korut.

”Keputusan untuk menyerang negara lain akan berdampak pada pasukan dan pembayar pajak, dan juga daerah-daerah itu, selama beberapa dekade,” kata Ted Lieu (politisi Partai Demokrat dari California) dan Ruben Gallego (politisi Partai Demokrat dari Arizona) dalam suratnya kepada Pentagon.

”Kami belum mendengar analisis terperinci tentang korban sipil AS atau sekutu yang diperkirakan, rencana apa yang ada setelah terjadi serangan, termasuk kontinuitas Pemerintah Korea Selatan,” lanjut surat para anggota Kongres tersebut.

Diane Feinstein, anggota senior Partai Demokrat yang juga anggota Komite Intelijen Senat, memberi pandangan suram kepada CNN yang dikutip Senin (6/11/2017). ”Saya telah menghabiskan banyak waktu untuk membaca (laporan) intelijen, saya memiliki kesempatan untuk mendiskusikan situasi dengan Menteri (Pertahanan James Norman) Mattis, saya percaya bahwa wabah perang akan membunuh ratusan ribu orang,” katanya.

Wacana invasi darat AS ke Korut itu muncul saat Presiden Donald Trump memulai tur pertamanya di Asia, termasuk lawatan ke Korea Selatan.

Berbicara dari sebuah pangkalan udara di Tokyo pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa tidak ada yang boleh meremehkan AS. “Tidak ada diktator, tidak ada rezim yang harus meremehkan keputusan Amerika,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
AS Koordinasikan Sanksi...
AS Koordinasikan Sanksi Korea Utara dengan Sekutu Asia
Hadapi Ancaman 3 Negara,...
Hadapi Ancaman 3 Negara, Korea Utara Tes Sistem Senjata Nuklir Bawah Air
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Gelar Pertemuan, AS...
Gelar Pertemuan, AS dan Sekutunya Cari Cara Kendalikan Nuklir Korut
AS-Jepang-Korsel Ancam...
AS-Jepang-Korsel Ancam 'Keroyok' Korut Jika Uji Coba Nuklir
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 menit yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
43 menit yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
2 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
2 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
3 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved