Pentagon: Amankan Situs Nuklir Korut Memerlukan Invasi Darat

Minggu, 05 November 2017 - 11:28 WIB
Pentagon: Amankan Situs...
Pentagon: Amankan Situs Nuklir Korut Memerlukan Invasi Darat
A A A
WASHINGTON - Pentagon menyebut satu-satunya cara untuk menemukan dan mengamankan semua situs nuklir Korea Utara (Korut) dengan informasi yang lengkap hanya melalui invasi darat. Pentagon juga memprediksi, Korut akan menggunakan senjata biologis dan kimia jika terjadi konflik.

Hal itu diungkapkan Pentagon dalam sebuah surat kepada anggota parlemen.

"Korea Utara dapat mempertimbangkan penggunaan senjata biologis dan negara tersebut memiliki program senjata kimia jangka panjang dengan kemampuan menghasilkan racun saraf, kulit melepuh, darah dan sesak nafas," tulis Pentagon seperti dikutip dari Washington Post, Minggu (5/11/2017).

Dalam suratnya, Pentagon menolak untuk mendiskusikan kemampuan militer AS dalam menanggapi kemampuan senjata nuklir Korut secara terbuka.

"Diskusi penuh kemampuan AS untuk melawan Korea Utara dengan senjata nuklir dan untuk melenyapkan senjata nuklir Korea Utara yang berada di dalam fasilitas bawah tanah yang sangat terkubur paling sesuai dilakukan dalam pertemuan rahasia," kata Pentagon.

Surat tersebut ditulis oleh Wakil Direktur Staf Gabungan Pentagon Michael J. Dumont atas permintaan informasi dari dua anggota DPR AS.

Dumont mengatakan militer mendukung strategi AS terhadap Korut saat ini, yang dipimpin oleh Sekretaris Negara Rex Tillerson. Strategi itu terfokus pada tekanan ekonomi dan diplomatik sebagai upaya utama untuk membuat pemimpin Korut, Kim Jong-un, berhenti mengembangkan senjata nuklir.

"Kita belum melihat adanya perubahan dalam posisi ofensif pasukan Korea Utara," tulis Dumont.

Dumont juga mencatat kemungkinan sikap oposisi dari China atau Rusia.

"Departemen Pertahanan mempertahankan serangkaian rencana kontinjensi terkini untuk menjamin kepentingan keamanan nasional kita yang vital," kata Dumont.

"Rencana ini mencakup berbagai kemungkinan, termasuk intervensi pihak ketiga, dan membahas cara terbaik untuk 'menahan eskalasi'," sambung Dumont.

"Rusia atau China lebih memilih untuk menghindari konflik dengan Amerika Serikat, atau mungkin bekerja sama dengan kita," demikian bunyi surat tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
1 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
1 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
2 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved