Pembelot Korut: AS Serang Pyongyang, Korsel Target Pembalasan

Kamis, 02 November 2017 - 02:01 WIB
Pembelot Korut: AS Serang...
Pembelot Korut: AS Serang Pyongyang, Korsel Target Pembalasan
A A A
WASHINGTON - Seorang pembelot Korea Utara (Korut) memperingatkan bahaya penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Pyongyang. Menurutnya, jika Washington nekat menyerang Pyongyang, otomatis Korea Selatan (Korsel) jadi target pembalasan militer rezim Kim Jong-un.

Thae Yong-ho, mantan wakil duta besar Korut untuk Inggris yang membelot tahun 2016, memperingatkan risiko itu di hadapan para anggota parlemen Korsel pada hari Rabu.

Ibu Kota Korsel, Seoul, kata Thae, adalah target potensial karena hanya berjarak sekitar 25 mil atau sekitar 40km. Jarak itu sangat mudah dijangkau rudal-rudal Pyongyang.

Thae, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Washington sejak pembelotannya tahun lalu, mengatakan bahwa AS dan Korea Selatan akan memenangkan perang setelah serangan militer preventif di Korea Utara. Hanya saja, akan ada “pengorbanan manusia” yang ditimbulkan di Korea Selatan akibat serangan puluhan ribu senjata artileri dan rudal jarak pendek yang dimiliki Korea Utara di perbatasan.

”Pasukan Korea Utara dilatih untuk menekan tombol mereka tanpa instruksi lebih jauh dari komando umum jika terjadi sesuatu di pihak mereka,” kata Thae kepada Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS, merujuk pada serangan bom atau militer dari AS.

”Kita harus ingat bahwa puluhan juta penduduk Korea Selatan tinggal 70 sampai 80 kilometer dari garis demarkasi militer ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (2/11/2017).

Dia mendesak Washington untuk menggunakan diplomasi “soft power” ketimbang opsi militer. Menurutnya, sanksi dan penyebaran informasi yang menantang propaganda Korea Utara untuk mengubah orang-orang di negaranya melawan pemerintahan otoriter Kim Jong-un, akan jauh lebih efektif.

Thae menambahkan, jika China mengizinkan ”jalan keluar” untuk para pembelot Korea Utara tanpa takut pemulangan paksa, maka akan ada eksodus besar-besaran dari Korut ke Korsel yang akan menyebabkan jatuhnya sistem rezim di Korut.

Pemerintah Korea Utara belum berkomentar atas komentar terbaru dari mantan diplomatnya itu. Namun, pemerintah Kim Jong-un telah menyebut Thae sebgai ”sampah manusia” dan menuduhnya menggelapkan uang pemerintah dan melakukan kejahatan lainnya.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
35 menit yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
1 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
4 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
5 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
6 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
7 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved