Siap Hadapi Perang Dunia III, Rusia Siagakan Rudal Hipersonik Berkekuatan Nuklir
Jum'at, 17 November 2023 - 01:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pasukan Israel Terus Terdesak saat Serbuan Tentara Hizbullah dari Perbatasan Lebanon
Pada tanggal 2 November, Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menandatangani undang-undang penarikan ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), yang membatasi uji coba nuklir selama beberapa dekade.
Dengan penandatanganannya, undang-undang tersebut akan segera berlaku, pada saat terjadi ketegangan akut dengan negara-negara Barat, khususnya terkait perang yang sedang berlangsung di Ukraina, yang telah menempatkan hubungan antara Washington dan Moskow pada titik terendah sejak krisis rudal Kuba pada tahun 1962.
Kini, perjanjian senjata nuklir bilateral terakhir yang tersisa antara Washington dan Moskow adalah New START, yang diperpanjang pada Februari 2021 hingga 4 Februari 2026 oleh Presiden AS Joe Biden dan Putin.
Pada 21 Februari, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam New START. Namun, negara tersebut tidak menarik diri dari perjanjian tersebut, dengan menyatakan bahwa negara tersebut akan terus mematuhi batasan jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan berdasarkan New START.
Pada tanggal 2 November, Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menandatangani undang-undang penarikan ratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), yang membatasi uji coba nuklir selama beberapa dekade.
Dengan penandatanganannya, undang-undang tersebut akan segera berlaku, pada saat terjadi ketegangan akut dengan negara-negara Barat, khususnya terkait perang yang sedang berlangsung di Ukraina, yang telah menempatkan hubungan antara Washington dan Moskow pada titik terendah sejak krisis rudal Kuba pada tahun 1962.
Kini, perjanjian senjata nuklir bilateral terakhir yang tersisa antara Washington dan Moskow adalah New START, yang diperpanjang pada Februari 2021 hingga 4 Februari 2026 oleh Presiden AS Joe Biden dan Putin.
Pada 21 Februari, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam New START. Namun, negara tersebut tidak menarik diri dari perjanjian tersebut, dengan menyatakan bahwa negara tersebut akan terus mematuhi batasan jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan berdasarkan New START.
(ahm)
Lihat Juga :