Militer Israel Serbu RS al-Shifa Gaza, Ultimatum Hamas untuk Menyerah

Rabu, 15 November 2023 - 10:42 WIB
loading...
Militer Israel Serbu...
Militer Israel menyerbu RS al-Shifa di Gaza, Palestina, mengultimatum Hamas untuk menyerah. Foto/IDF
A A A
GAZA - Militer Israel telah memulai operasi militer ke dalam Rumah Sakit (RS) al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza, Palestina, Rabu (15/11/2023). Pemerintah Zionis mengultimatum Hamas untuk menyerah.

Juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, membenarkan bahwa pihaknya telah menyampaikan ultimatum tersebut.

“IDF menyerukan Hamas yang bersembunyi di bawah Rumah Sakit al-Shifa untuk menyerah,” kata Levy.

“Kami sudah cukup memberikan peringatan. Status perlindungannya di bawah hukum internasional telah hilang, dan kami sepenuhnya mempunyai hak untuk melawan aktivitas militer Hamas," katanya lagi, seperti dikutip dari akun X-nya, @EylonALevy.

Baca Juga: Bela Gaza, Houthi Yaman Siap Perang Habis-habisan Melawan Israel via Darat, Laut, dan Udara

Militer Israel mengatakan serangan di RS al-Shifa telah sesuai dengan hukum perang.

“Itulah yang kami lakukan dengan mengirimkan pasukan kami bersama tim medis yang terlatih khusus dan bisa berbahasa Arab, setelah mencoba memfasilitasi evakuasi selama sebulan dan memberikan waktu kepada Hamas untuk menyerah. Kami tahu apa kewajiban kami. Kami tahu hak-hak kami, lanjut Levy.

Dalam pernyataan selanjutnya, Levy mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan menghancurkan semua sel teror Hamas dan infrastruktur pemerintahannya di Jalur Gaza.

“Tugas kita untuk membela diri berarti melenyapkan kelompok teror yang melakukan hal tersebut, sehingga mereka tidak dapat melakukan kekejaman yang sama lagi," paparnya.

RS terbesar di Gaza tersebut telah dikepung selama empat hari, tanpa pasokan listrik atau pun air untuk kebutuhan pasiennya. Stok terakhir pasokan medis dilaporkan habis setelah upaya pengiriman pasokan baru terhenti karena pengeboman konvoi ambulans oleh militer Israel.

Gedung Putih mendukung tuduhan Israel bahwa Hamas menggunakan RS al-Shifa sebagai tameng.

“Berbagai sumber intelijen telah mengonfirmasi Hamas dan Jihad Islam Palestina menggunakan beberapa rumah sakit di Jalur Gaza, termasuk al-Shifa, dan terowongan di bawahnya, untuk menyembunyikan dan mendukung operasi militer mereka dan menyandera," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat John Kirby.

Dia menyebut penggunaan rumah sakit seperti itu sebagai “kejahatan perang.”

“Jika benar, hal ini akan membahayakan warga sipil dan melanggar hukum perang,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Namun, hal ini tidak akan memberikan kebebasan kepada militer Israel untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan terhadap rumah sakit tersebut.”

Hamas telah menepis tuduhan tersebut. Menurut kelompok perlawanan Palestina ini, pernyataan Gedung Putih yang memicu Israel melakukan pembantaian brutal di RS al-Shifa, Gaza.

“Pernyataan ini memberikan lampu hijau kepada pendudukan Israel untuk melakukan pembantaian brutal lebih lanjut yang menargetkan rumah sakit, dengan tujuan menghancurkan sistem layanan kesehatan Gaza dan menggusur warga Palestina,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dalam bahasa Inggris.

"Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas terjadinya perang genosida Israel di Gaza,” lanjut Hamas.

Israel sebelumnya menyerukan agar rumah sakit di Kota Gaza ditutup dan dievakuasi selama beberapa minggu. Namun pengeboman terhadap ambulans dan konvoi medis, serta pertempuran yang terus berlanjut di jalanan, telah menyebabkan banyak petugas medis menolak melakukan hal tersebut.

IDF membantah bertanggung jawab atas serangkaian serangan proyektil di rumah sakit dalam beberapa hari terakhir.

Namun penggunaan artileri tank secara besar-besaran dan bom seberat 500kg dan 1 ton yang berukuran besar namun berpresisi rendah telah secara signifikan meningkatkan risiko “kerusakan tambahan” di area RS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Modernland Realty Catat...
Modernland Realty Catat Laba Bersih Rp241,12 Miliar di 2025
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah Abang–Blok M dan Tj Priok–Kp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Pacu Kinerja, Pelindo...
Pacu Kinerja, Pelindo Sinergi Lokaseva Rombak Jajaran Direksi
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved