Saat Barat Lindungi Zionis, Pemuda Palestina Pilih Melawan Israel dengan Tidak Kabur dari Gaza

Sabtu, 11 November 2023 - 15:08 WIB
loading...
A A A
“Kondisi perbatasan darat dengan Yordania juga menggila bagi warga Palestina. Tidak buka 24 jam. Kami hanya bisa pergi dan kembali selama lima jam kalau sudah buka. Dan biasanya mereka hanya mengizinkan 500 orang lewat setiap harinya. Kalau 500 orang telah melintasi perbatasan dalam dua jam, mereka akan menutup perbatasan pada hari itu,” papar dia.

“Jika Anda kembali dari perjalanan ke Eropa dan penerbangan Anda tiba pada jam 9 malam, Anda harus bermalam di Amman (ibu kota Yordania) dan tunggu sampai keesokan paginya ketika perbatasan dibuka kembali untuk kembali ke kota Anda. Beginilah cara mereka bekerja,” ungkap Qafesha.

Sebagai orang yang besar di Tepi Barat, Qafesha belum pernah mengunjungi Jalur Gaza karena kendali Israel atas perbatasan kedua wilayah tersebut.

“Tanpa kebebasan bergerak, generasi muda Palestina memiliki pilihan karir yang terbatas meskipun mereka berpendidikan tinggi dan sering memilih pekerjaan sederhana seperti konstruksi,” ujar aktivis tersebut.

Akibatnya, banyak anak muda Palestina yang merasa putus asa dengan masa depan mereka, menurut dia.

"Ini merupakan tekanan yang sangat besar bagi masyarakat. Tidak ada masa depan bagi masyarakat yang tinggal di Palestina. Anda melihat masa depan sebagai orang muda yang sangat gelap. Anda tidak melakukan apa yang dilakukan oleh generasi muda lainnya di dunia, yaitu bermimpi, bekerja dan menikmati waktu Anda bepergian,” ujar dia.

“Bagi anak muda Palestina, hal ini tidak ada. Bagi anak muda Palestina, masa depan sangat gelap dan masa kini sangat sulit. Anda tidak pernah hidup di saat pikiran Anda damai. Anda tidak bisa melakukan seni, latih sesuatu yang Anda sukai dan raih impian Anda. Beberapa anak di Gaza adalah gamer. Mereka ingin mencapai jumlah pengikut tertentu. Namun mereka dibunuh bersama keluarga mereka di rumah mereka," ungkap Qafesha.

Hilangnya Kepercayaan pada Komunitas Internasional


Menanggapi serangan mendadak yang dilakukan gerakan Palestina Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, Israel menempatkan Jalur Gaza di bawah blokade dan melancarkan serangan balasan yang kemudian diperluas menjadi operasi darat penuh.

Sementara sebagian besar negara-negara Barat menyatakan solidaritasnya dengan Israel dan enggan mengkritik respons keras militer Israel yang menewaskan lebih dari 11.000 warga sipil Palestina.

“Israel dilindungi oleh Barat. Bagi kita saat ini, pemerintah Barat tampil sebagai pembohong di hadapan seluruh dunia. Mereka akan mendukung kaum tertindas jika mereka membenci penindas dan tidak berteman dengan penindas. Tapi jika Israel penindas adalah teman mereka, mereka akan baik-baik saja. Itu tergantung pada seberapa banyak mereka menyukai atau membenci penindas. Israel melakukan hal-hal buruk terhadap Palestina. Anda memberi mereka legitimasi di dunia,” ungkap Qafesha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Infografis
Militer Israel akan...
Militer Israel akan Jadikan Tepi Barat seperti Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved