Negara Ini Jadi Anggota NATO Pertama yang Menarik Dubesnya dari Israel

Minggu, 05 November 2023 - 10:31 WIB
loading...
Negara Ini Jadi Anggota...
Turki menjadi negara anggota NATO pertama yang menarik dubesnya dari Israel sebagai respons serangan membabi buta ke Jalur Gaza. Foto/Ilustrasi
A A A
ANKARA - Turki menjadi anggota pertama dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menarik duta besarnya untuk Israel . Itu dilakukan di tengah gejolak konflik yang sedang berlangsung antara negara Zionis itu melawan Hamas .

Menurut The Jerusalem Post, pada hari Sabtu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa negaranya akan memanggil kembali duta besarnya untuk Israel, Sakir Ozkan Torunlar, untuk berkonsultasi.

Selain penarikan kembali Torunlar, Erdogan juga mengatakan dalam pernyataannya pada hari Sabtu bahwa, setelah konflik antara Israel dan Hamas berlalu, wilayah Gaza harus menjadi bagian dari negara Palestina yang berdaulat.

Baca Juga: Presiden Erdogan: Gaza Harus Menjadi Bagian dari Negara Palestina saat Perang Berakhir

Dia juga menyatakan bahwa Turki akan menentang rencana Israel yang, dalam pandangannya, akan mendorong penghapusan warga Palestina secara bertahap dari sejarah.

"Penarikan tersebut dilakukan mengingat tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza yang disebabkan oleh serangan terus-menerus oleh Israel terhadap warga sipil, dan penolakan Israel terhadap seruan gencatan senjata dan aliran bantuan kemanusiaan yang terus menerus dan tanpa hambatan," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (5/11/2023).

Turki adalah negara terbaru dari sejumlah negara yang menarik duta besar mereka untuk Israel, mengikuti jejak Honduras, Bahrain, Chile, Kolombia, dan Yordania. Keputusan ini diambil setelah Bolivia menjadi negara pertama yang sepenuhnya memutus hubungan diplomatik dengan Israel karena perlakuannya terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.

Sebagai anggota lama NATO, bergabung pada tahun 1952, Turki memelihara hubungan diplomatik dan militer yang kuat dengan negara-negara anggota lainnya, termasuk Amerika Serikat.

Baca Juga: Ribuan Demonstran Kepung Pangkalan Militer AS di Turki

Turki telah membangkitkan kemarahan para pejabat Israel sejak awal konflik, terutama sehubungan dengan pernyataan Erdogan yang menggambarkan Hamas sebagai pejuang kemerdekaan. Negara ini juga menjadi tuan rumah bagi anggota Hamas di dalam perbatasannya dan belum menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris, seperti yang dilakukan sekutu NATO-nya, AS dan Inggris.

Pada tanggal 7 Oktober, Hamas memimpin serangan militan Palestina yang paling mematikan dalam sejarah Israel. Israel kemudian melancarkan serangan udara terberatnya di Gaza sebagai tanggapannya. Hingga hari Sabtu, lebih dari 1.400 orang di Israel telah terbunuh, Associated Press melaporkan, sementara lebih dari 9.000 warga Palestina di Gaza telah tewas dalam serangan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya sedang "berperang" dan telah memutus pasokan makanan, bahan bakar, listrik, dan obat-obatan ke Gaza. Israel telah mengerahkan 360.000 tentara cadangan untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan darat ke wilayah tersebut, yang diperkirakan memiliki populasi sekitar 2,3 juta jiwa.

Baca Juga: Taktik Hamas Berjalan Lancar, 260 Tentara Terluka dalam Invasi Darat ke Gaza

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved