Ketika Para Bos Taliban Bungkam saat Gaza Dibombardir Israel

Sabtu, 04 November 2023 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Namun para ahli mengatakan retorika Taliban apa pun yang mendukung Hamas, organisasi yang ditetapkan AS sebagai teroris, tidak melanggar perjanjian tersebut.

“Perjanjian Doha berfokus pada ketentuan yang sangat spesifik dan didefinisikan secara sempit: Taliban tidak boleh membiarkan wilayahnya digunakan oleh kelompok teroris yang mengancam AS dan sekutunya. Protes pro-Hamas, atau segala jenis aktivisme anti-Israel di Afghanistan, sama sekali tidak melanggar ketentuan tersebut,” kata Kugelman.

Hampir selusin kelompok teroris lainnya diduga memiliki tempat perlindungan di Afghanistan yang, jika tidak dicegah, dapat menimbulkan ancaman keamanan regional dan bahkan global.

Sejauh ini, tanggapan dari kelompok-kelompok tersebut di Afghanistan terhadap perang di Gaza masih “sangat teredam dan sangat terkendali,” menurut Ahmad dari Atlantic Council.

Meskipun tetap memegang kendali kuat atas seluruh Afghanistan selama lebih dari dua tahun, Taliban telah melihat ISIS Khorasan atau IS-K menantang dengan serangan teroris di seluruh negeri.

IS-K tidak mendukung Hamas karena hubungannya dengan Iran, negara mayoritas Syiah yang dianggap menyimpang dari Islam oleh kelompok teroris tersebut.

“Ada risiko bahwa IS-K, atau kelompok teror aktif mana pun di Afghanistan, akan bereaksi dengan mencoba melancarkan serangannya sendiri di Afghanistan, baik sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas atau sebagai taktik kompetitif untuk meningkatkan apa yang dilakukan Hamas di Israel,” kata Kugelman.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved