Polisi Bongkar Sindikat Pencucian Uang China yang Beroperasi di Australia

Jum'at, 03 November 2023 - 09:39 WIB
loading...
A A A
Para anggota sindikat tersebut tampaknya mengumpulkan kekayaan ilegal dalam jumlah besar melalui aktivitas kriminal mereka, dan menjalani gaya hidup mewah yang tidak luput dari perhatian penegak hukum.

Selain bersantap di restoran kelas atas dan menikmati minuman anggur dan sake yang mahal, para tersangka melakukan perjalanan dengan jet pribadi, mengendarai kendaraan senilai lebih dari USD250.000, dan tinggal di rumah mewah, salah satunya bernilai lebih dari USD6 juta, menurut Wakil Komisaris AFP Stephen Dametto.

Aset yang diduga berupa rumah, properti investasi, kendaraan mewah, dan barang berharga lainnya telah disita Satgas Penyitaan Aset Kriminal Australia (CACT).

Asisten Komisaris AFP Clinton Sims menyatakan, "Kemampuan Pasukan Perbatasan Australia (ABF) telah melampaui intersepsi narkoba di area perbatasan, dan kami bangga dapat menyediakan sumber daya penting untuk membongkar sindikat kriminal ini dan menghentikan operasi ilegal mereka dalam salah satu investigasi pencucian uang terbesar yang pernah ada."

Selama 12 bulan terakhir, investigasi yang dilakukan satuan tugas AFP yang mengkhususkan diri dalam memerangi pencucian uang skala besar telah menghasilkan penangkapan atau dakwaan terhadap 26 individu dan penyitaan senilai lebih dari USD170 juta.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
Berita Terkini
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved