Tidak Mendirikan Crisis Center Ledakan Beirut, Ini Penjelasan Dubes Indonesia
Rabu, 05 Agustus 2020 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Dikatakan oleh Hajriyanto bahwa pihaknya telah mengimbau WNI yang ada di Lebanon untuk memperhatikan ketersediaan bahan. Pasalnya kemungkinan besar ada dugaan yang sangat kuat ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut akan mengakibatkan kelangkaan bahan makanan pelabuhan yang menjadi pintu masuk kebutuhan pokok bagi negara itu sekarang rusak parah.(Baca: Satu Warga Indonesia Jadi Korban Luka Ledakan Beirut )
Untuk diketahui, Lebanon tidak memiliki cukup sumber daya alam sehingga 80 persen bahan kebutuhan pokok terutama makanan seperti gandum di impor dari luar negeri.
"Dalam waktu dekat ini kita merencanakan untuk dapat segera memberikan bantuan bahan makanan, obat-obatan, kesehatan," ujarnya.
"Kita sudah beberapa gelombang memberikan bantuan dalam rangka memberikan perlindungan kepada WNI," ungkapnya.
"Jadi pemerintah pusat memang telah melakukan refocusing program2 kantor perwakilan dilakukan perubahan memusatkan perhatian pada perlindungan warga negara," tukasnya.
Untuk diketahui, Lebanon tidak memiliki cukup sumber daya alam sehingga 80 persen bahan kebutuhan pokok terutama makanan seperti gandum di impor dari luar negeri.
"Dalam waktu dekat ini kita merencanakan untuk dapat segera memberikan bantuan bahan makanan, obat-obatan, kesehatan," ujarnya.
"Kita sudah beberapa gelombang memberikan bantuan dalam rangka memberikan perlindungan kepada WNI," ungkapnya.
"Jadi pemerintah pusat memang telah melakukan refocusing program2 kantor perwakilan dilakukan perubahan memusatkan perhatian pada perlindungan warga negara," tukasnya.
(ber)
Lihat Juga :