Bagaimana PM Israel Benjamin Netanyahu Merencanakan Perang Gaza?

Kamis, 02 November 2023 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Setelah gagal mendapatkan posisi di Universitas Ibrani Yerusalem, Benzion memindahkan keluarganya ke Amerika Serikat dan mengambil posisi di Universitas Cornell tempat dia mengajar Studi Yudaisme. Penolakan itu ia bawa seumur hidupnya, dan bersamaan dengan itu, ia juga tidak percaya pada kaum intelektual dan Partai Buruh Israel.

Netanyahu sangat menghormati ayahnya, yang meninggal pada tahun 2012 pada usia 102 tahun. Dia mengatakan ayahnya tahu “bagaimana mengidentifikasi bahaya pada waktunya” dan “menarik kesimpulan yang diperlukan”.

Netanyahu belajar bahwa hubungan bersifat transaksional – bukan altruistik – dan “bahwa manusia terus-menerus hidup dalam perjuangan Darwin untuk bertahan hidup”, menurut penelitian ‘Abd al-Hay.

Perdana Menteri Israel saat ini sedang melakukan perjuangannya sendiri untuk bertahan dalam jabatannya. Dia pernah mendapat dukungan dari kaum konservatif yang sangat religius dan kapitalis muda liberal yang bekerja di sektor-sektor seperti teknologi – yang oleh Vesconi disebut sebagai dua sektor borjuis.

Namun belakangan ini, ia telah kehilangan kelompok liberal, sementara kelompok sayap kanan telah meningkatkan dukungan mereka terhadap apa yang disebut Kimhi “hampir seperti aliran sesat”. Mulai Januari 2023, warga Israel membanjiri jalan-jalan untuk memprotes reformasi peradilan yang luas. Netanyahu mengatakan perubahan tersebut untuk menyeimbangkan pengadilan intervensionis.

Sementara itu, dia saat ini diadili karena korupsi, penipuan dan pelanggaran kepercayaan dan opini publik sebagian besar menyalahkan dia karena membiarkan serangan 7 Oktober yang menyebabkan Hamas menerobos pagar perbatasan, menewaskan sekitar 1.400 orang dan menawan sekitar 200 orang.

4. Akan memperpanjang perang

Bagaimana PM Israel Benjamin Netanyahu Merencanakan Perang Gaza?

Foto/Reuters

Sekali lagi mendapat kecaman, kelemahan karakter Netanyahu sekali lagi terlihat, kata Kimhi.

Para analis yakin Netanyahu kemungkinan ingin memperpanjang perang, karena hanya sedikit orang di Israel yang menyerukan pergantian pemimpin di tengah perang. Lebih dari 8.500 warga Palestina tewas dalam beberapa pekan terakhir dalam serangan dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza. Lebih dari 3.000 di antaranya adalah anak-anak. Namun angka-angka tersebut, seperti halnya para sandera, tampaknya tidak menjadi perhatian Netanyahu.

Mengutamakan kelangsungan hidupnya sejalan dengan kesimpulan penelitian Kimhi dan ‘Abd al-Hay. Apapun langkah yang diambilnya selanjutnya akan mempertimbangkan hal itu.

“Masyarakat Israel,” kata Kimhi, “membutuhkan pemimpin sejati yang dapat menyatukan masyarakat.”

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Terungkap, AS Sempat...
Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran
Rekomendasi
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved