5 Alasan Houthi Menyerang Israel, Salah Satunya Membantu Hamas Memenangkan Perang Gaza
Kamis, 02 November 2023 - 02:02 WIB
loading...
Houthi memiliki tujuan tertentun dalam melancarkan serangan ke Israel. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Kelompok Houthi Yaman telah bergabung dalam perang Israel-Hamas yang berkecamuk lebih dari 1.000 mil dari pusat kekuasaan mereka di ibu kota Yaman, Sanaa. Mereka menyatakan pada 31 Oktober bahwa mereka telah menembakkan drone dan rudal ke Israel dalam serangan yang menyoroti risiko konflik regional.
![5 Alasan Houthi Menyerang Israel, Salah Satunya Membantu Hamas Memenangkan Perang Gaza]()
Foto/Reuters
Melansir Reuters, pada akhir tahun 1990-an, keluarga Houthi di ujung utara Yaman mendirikan gerakan kebangkitan agama untuk sekte Islam Syiah Zaydi, yang pernah memerintah Yaman tetapi wilayah utaranya menjadi miskin dan terpinggirkan.
Ketika perselisihan dengan pemerintah semakin meningkat, mereka melancarkan serangkaian perang gerilya dengan tentara nasional dan konflik perbatasan singkat dengan kelompok besar Sunni, Arab Saudi.
Baca Juga: Kematian Prajurit Israel di Gaza Sudah Jadi Pertanda Buruk
![5 Alasan Houthi Menyerang Israel, Salah Satunya Membantu Hamas Memenangkan Perang Gaza]()
Foto/Reuters
Perang dimulai pada akhir tahun 2014 ketika Sanaa direbut oleh Houthi. Khawatir dengan semakin besarnya pengaruh Syiah Iran di sepanjang perbatasannya, Arab Saudi melakukan intervensi sebagai pemimpin koalisi yang didukung Barat pada bulan Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang didukung Saudi.
Berikut adalah 5 alasan milisi Houthi menyerang Israel.
1. Memiliki Nasib yang Sama dengan Palestina

Foto/Reuters
Melansir Reuters, pada akhir tahun 1990-an, keluarga Houthi di ujung utara Yaman mendirikan gerakan kebangkitan agama untuk sekte Islam Syiah Zaydi, yang pernah memerintah Yaman tetapi wilayah utaranya menjadi miskin dan terpinggirkan.
Ketika perselisihan dengan pemerintah semakin meningkat, mereka melancarkan serangkaian perang gerilya dengan tentara nasional dan konflik perbatasan singkat dengan kelompok besar Sunni, Arab Saudi.
Baca Juga: Kematian Prajurit Israel di Gaza Sudah Jadi Pertanda Buruk
2. Mendapat Pengaruh dari Iran

Foto/Reuters
Perang dimulai pada akhir tahun 2014 ketika Sanaa direbut oleh Houthi. Khawatir dengan semakin besarnya pengaruh Syiah Iran di sepanjang perbatasannya, Arab Saudi melakukan intervensi sebagai pemimpin koalisi yang didukung Barat pada bulan Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang didukung Saudi.
Lihat Juga :