Pemimpin Yahudi Anti-Zionis: Kami Berdoa agar Tuhan Lenyapkan Negara Israel
Selasa, 31 Oktober 2023 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka mengeklaim bahwa mereka adalah suara orang-orang Yahudi di seluruh dunia yang memiliki keterikatan dengan Tuhan atau Taurat. Itu tidak benar,” kata Weiss.
Weiss menyoroti bahwa mereka yang “bersuara menentang” situasi ini sering kali dicap sebagai “anti-Semit” atau “pembenci orang Yahudi dan agamanya”.
Dia mengatakan bahwa pada kenyataannya, Yudaisme dan Zionisme pada dasarnya saling bertentangan.
Dia melanjutkan, Zionisme menyebabkan Bencana Besar (Nakba) pada tahun 1948, dengan berdirinya Negara Israel, yang mengakibatkan ratusan ribu warga Palestina mengungsi secara paksa.
"Yudaisme dan Zionisme berbeda satu sama lain seperti Bumi dan langit; mereka bertentangan satu sama lain. Yudaisme adalah tentang ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Zionisme adalah sebutan untuk nasionalisme ekstrem yang bertujuan untuk menguasai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembentukan suatu bangsa," jelasnya.
Weiss menekankan pentingnya mengungkapkan rasa syukur sejalan dengan Taurat, dan mencatat bahwa komunitas Yahudi, yang menikmati kemakmuran selama berabad-abad di wilayah di bawah pemerintahan Muslim, disambut hangat oleh umat Islam.
Dia juga mengatakan ideologi Zionis sering menggunakan argumen yang tidak akurat, dengan menyatakan bahwa “Muslim menyimpan kebencian terhadap Yahudi.”
"Meskipun Muslim dan Yahudi telah hidup bersama selama berabad-abad, Zionis mengeklaim bahwa perlawanan terhadap negara mereka disebabkan oleh kebencian Muslim terhadap Yahudi. Negara Israel, dalam segala aspek, bertindak bertentangan langsung dengan toleransi dan larangan Taurat," paparnya.
Weiss menyoroti bahwa mereka yang “bersuara menentang” situasi ini sering kali dicap sebagai “anti-Semit” atau “pembenci orang Yahudi dan agamanya”.
Dia mengatakan bahwa pada kenyataannya, Yudaisme dan Zionisme pada dasarnya saling bertentangan.
Dia melanjutkan, Zionisme menyebabkan Bencana Besar (Nakba) pada tahun 1948, dengan berdirinya Negara Israel, yang mengakibatkan ratusan ribu warga Palestina mengungsi secara paksa.
"Yudaisme dan Zionisme berbeda satu sama lain seperti Bumi dan langit; mereka bertentangan satu sama lain. Yudaisme adalah tentang ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Zionisme adalah sebutan untuk nasionalisme ekstrem yang bertujuan untuk menguasai segala sesuatu yang berkaitan dengan pembentukan suatu bangsa," jelasnya.
Weiss menekankan pentingnya mengungkapkan rasa syukur sejalan dengan Taurat, dan mencatat bahwa komunitas Yahudi, yang menikmati kemakmuran selama berabad-abad di wilayah di bawah pemerintahan Muslim, disambut hangat oleh umat Islam.
Dia juga mengatakan ideologi Zionis sering menggunakan argumen yang tidak akurat, dengan menyatakan bahwa “Muslim menyimpan kebencian terhadap Yahudi.”
"Meskipun Muslim dan Yahudi telah hidup bersama selama berabad-abad, Zionis mengeklaim bahwa perlawanan terhadap negara mereka disebabkan oleh kebencian Muslim terhadap Yahudi. Negara Israel, dalam segala aspek, bertindak bertentangan langsung dengan toleransi dan larangan Taurat," paparnya.
Lihat Juga :