Pemukim Yahudi Teror Anak-anak Palestina di Tepi Barat dengan Boneka Berdarah

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 07:42 WIB
loading...
Pemukim Yahudi Teror...
Pemukim Yahudi di Tepi Barat meneror anak-anak Palestina dengan boneka beradarah. Foto/MEE
A A A
TEPI BARAT - Saat eskalasi di Jalur Gaza terus meningkat, aksi teror di tebar pemukim Yahudi kepada anak-anak dan warga Palestina di Tepi Barat . Aksi itu menjadi bagian dari serangkaian serangan yang meningkat oleh pemukim Yahudi sejak dimulainya perang.

Pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki telah menyebarkan selebaran ancaman di mobil dan meninggalkan boneka berlumuran darah di sekolah. Mereka memperingatkan warga Palestina untuk pergi atau dibunuh.

"Demi Tuhan, kami akan segera menimpa kepala Anda dengan bencana besar. Anda memiliki kesempatan terakhir untuk melarikan diri ke Yordania dengan cara yang terorganisir," bunyi salah satu selebaran yang diedarkan pada hari Jumat di kota Salfit, Tepi Barat.

“Setelah itu, kami akan menghancurkan setiap musuh dan dengan paksa mengusir Anda dari tanah suci kami… Segera muat tas Anda dan pergi dari mana pun Anda berasal. Kami akan datang,” sambung selebaran bernada ancaman itu seperti dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (28/10/2023).

Selebaran itu juga memperingatkan tentang "Nakba besar" yang baru, merujuk pada pengungsian 750.000 warga Palestina dari tanah air mereka pada tahun 1948.

Di wilayah pendudukan Al-Ma'rajat dekat Jericho, boneka-boneka yang dilapisi cat merah, yang terlihat seperti darah dan menakut-nakuti anak-anak, ditinggalkan di pintu masuk sebuah sekolah setelah pemukim Yahudi merusaknya.

Baca Juga: Israel Disebut akan Sahkan UU yang Izinkan Aparat Negara Bunuh Warganya Sendiri

Sebelum serangan mendadak Hamas pada tanggal 7 Oktober, para pemukim Yahudi mengganggu dan menyerang warga Palestina setiap hari di bawah perlindungan tentara Israel, tindakan yang semakin meningkat dalam 20 hari terakhir.

Di kota Deir Istiya, sebelah barat Salfit, para petani zaitun sudah terbiasa dengan serangan tahunan pemukim Yahudi selama musim panen.

Namun tahun ini, jurnalis lokal Abdel Qader Aql mengatakan kepada Middle East Eye bahwa para pemukim jauh lebih aktif dan tampaknya merencanakan serangan mereka sebagai balas dendam atas serangan Hamas.

“Minggu ini saja, terjadi lebih dari 10 serangan terhadap petani, ancaman, teriakan, intimidasi, dan pengusiran terhadap petani dari lahannya,” ujarnya.

Seorang petani terluka setelah pemukim memukul kepalanya dengan tongkat.

“Dia pingsan, dan ketika dia bangun, dia menemukan penjaga pemukiman menodongkan pisau ke arahnya,” kata Aql.

Baca Juga: Hamas Siap Bebaskan Sandera Non-Kombatan dengan Syarat Ini

Para pemetik zaitun di kota yang sama terkejut ketika menemukan selebaran yang ditempel di jendela mobil mereka yang bertuliskan: “Anda menginginkan perang, tunggu sampai ada pengungsian.”

“Mereka juga menerbitkan foto-foto keluarga yang sedang memetik buah zaitun dan menghasut mereka tanpa alasan. Karena ancaman ini, masyarakat mulai berdatangan ke tanah mereka secara berkelompok untuk melindungi diri mereka sendiri,” ujar Aql.

Di daerah Al-Ma'rajat, di mana para pemukim Yahudi menyerang Sekolah Arab Al-Kaabna dan meninggalkan boneka-boneka yang berlumuran darah, pembela hak asasi manusia mengatakan penduduk komunitas Badui berulang kali diserang karena para pemukim bertujuan untuk menggusur penduduk dan merampas tanah mereka.

Hassan Malihat dari Organisasi Al-Baidar untuk Membela Hak-Hak Badui mengatakan bahwa kelompok pemukim Yahudi telah berulang kali menyerang masyarakat dengan tujuan menggusur penduduknya dan merampas tanah mereka.

Pada Kamis malam, Malihat mengatakan kepada MEE, pemukim melemparkan batu ke rumah penduduk di komunitas tempat 1.200 warga Palestina tinggal, dan menyita ternak mereka.

“Serangan terhadap orang-orang Arab Kaabna berulang kali terjadi, dan mereka mengajukan pengaduan ke polisi Israel tetapi tidak membuahkan hasil,” ucapnya.

Baca Juga: China Tolak Salahkan Hamas atas Kematian Empat Warganya di Israel

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved